PENGARUH PEMOTONGAN UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TANAH SPODOSOL

Grand Healt Haloho, Syahrudin Syahrudin, Hairu Suparto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemotongan umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tiga varietas bawang merah  pada tanah spodosol. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemotongan umbi bibit bawang merah,yaitu : P0 = tanpa pemotongan, P1 = pemotongan setengah (1/2), P2 = pemotongan sepertiga (1/3) P3 = pemotongan seperempat (1/4). Faktor kedua adalah  varietas bawang merah, yang terdiri 3 varietas, yaitu : V1 = varietas Bauji, V2= varietas Bima Brebes dan V3= varietas Tajuk.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa interaksi pemotongan umbi dan varietas bawang merah berpengaruh terhadap jumlah daun dan bobot brangkasan segar.  Kombinasi  perlakuan pemotongan umbi 1/3 dan penggunaan varietas Tajuk mampu meningkatkan jumlah daun  dan  bobot brangkasan segar. Hasil bawang merah  terbaik terdapat pada perlakuan pemotongan umbi 1/3 (sepertiga) dan varietas Tajuk dengan perolehan hasil bobot brangkasan segar  1126,67 g/petak atau setara dengan  23,47 ton.ha-1

Keywords


pemotong umbi, bawang merah, varietas, spodosol

References


Allard, R. W., 2005. Principles of Plant Breeding. John Wiley and Sons. New York.

Ambarwati, E. dan P. Yudono. 2003. Keragaan Stabilitas Hasil Bawang Merah. Ilmu. 10(2):1-10.

Asandhi, A.A., Nurtika, N. dan N. Sumarni. 2005. Optimasi Pupuk dalam Usahatani LEISA Bawang Merah di Dataran Rendah. Lembang, Bandung.

Azmi C. IM Hidayat. G Wiguna. 2011. Pengaruh varietas dan ukuran umbi terhadap produktiftitas bawang merah. Hort. 21 (3):206-213.

Badan Pusat Statistik. 2017. Kota Palangka Raya dalam Angka. BPS Kota Palangka Raya.

Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Indonesia 2017. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Firmansyah, 2014. Uji Adaptasi Bawang Merah di Lahan Gambut Pada Saat Musim Hujan di Kalimantan Tengah. J. Hort. 24(2):122-123, 2014. Diterbitkan tanggal 30 Mei 2014.

Gardner, F. R.,R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Tropik. Terjemahan Herawati Susilo. UI Press.. Jakarta.

Hidayat, 2004, Budidaya Bawang Merah, Beberapa Penelitian di Kabupaten Brebes, Direktorat Tanaman Sayuran Dan Biofarmatika, Brebesn.

Kimbal, J.W. 1990. Biologi. Edisi Kelima. Diterjemahkan Siti Soetarni, Tjitrosomo, dan Sagimin. Erlangga. Jakarta.

Nugraha W.M., T. Sumarni., dan A. Suryanto. 2014. Penggunaan Ajir dan Mulsa untuk meningkatkan produksi kentang (Solanum tubrtosum.L) Varietas Granola. Jurusan budidaya pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.

Purbiati, T. 2015. Pengkajian Adaptasi Varietas Bawang Merah Toleran Hama Penyakit pada Lahan Kering di Kalimantan Barat. BPTP-Kalimantan Barat: 4-8.

Pitojo, Setijo. 2003. Benih Bawang Merah. Penerbit : Kanisius.Yogyakarta

Putra, R.Y., Haryati, H. Dan L.Mawarni. 2012. Respon Pertumbuhan dan HasilBawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) pada Bebrapa JarakTanam dan Berbagai TingkatPemotongan Umbi Bibit. Jurnal onlineAgroekoteknologi Vol.1. No.1,Desember 2012.

Putrasamedja, S., (2010), “Adaptasi Klon Klon Bawang Merah (Allium ascalonikum L.) di Pabedebilan Losari, Cirebon”. Agritech. 12 (2) : 81-88.

Rahayu, E dan N. Berlian. 2004. Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.(http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=1 Jakarta 11184) (Diakses 13 januari 2018).

Rukmana, R, 1995. Bawang merah Budidaya Dan Pengolahan Pasca panen. Kanisius. Jakarta

Salisbury, F.B. & Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan.. Jilid III. Terjemahan dari Plant Physiology. ITB. Bandung.

Samadi, b dan b, Cahyono. 2005. Identifikasi Budidaya Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta.74hlm(http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod= viewarticle&article=111184) (Diakses pada 13 Januari 2018).

Simatupang, S. 1997. Sifat dan Ciriciri Tanah. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 86 hlm.

Soedomo, R. P., 1992. Pengaruh pemotongan ujung umbi dan lama penyimpanan umbi bibit bawang merah (Allium ascalonicum L) terhadap hasil umbi di Brebes, Jawa Tengah.

Surajudin As’ad., R. Yusuf, dan H. Mas’ud. 2015. Respon Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu Terhadap Pemberian Jenis Mulsa Dan Pupuk Organik Cair.

Sutapradja, H. 1996. Kaitan antara cara pemberian Cu dan dosis K, Mg serta Ca terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. J. Hort. 5(5): 17-22..

Wibowo, S. 2005. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah dan Bawang Bombay. Penebar Swadaya. Jakarta.201 hlm. Pupuk Kalium dan Jarak Tanam. Jurnal Skripsi. Unuversitas Sumatera Utara. Medan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.