PERANAN TRICHOKOMPOS DAN PUPUK KCL DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI TANAH BERPASIR

Lilies Supriati, Rahmawati Budi Mulyani, Muliansyah Muliansyah, Muliana Muliana

Abstract


Penyakit layu Fusarium merupakan salah satu penyakit penting dapat menurunkan produksi bawang merah hingga 50%. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan trichokompos dan pupuk KCl dalam  mengendalikan  penyakit  layu  fusarium  pada  tanaman  bawang  merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor perlakuan.  Faktor pertama 4 taraf dosis trichokompos yaitu: tanpa trichokompos (T0), trichokompos dosis 10 t.ha-1 (T1), trichokompos dosis 20 t.ha-1 (T2), trichokompos dosis 30 t.ha-1 (T3).  Faktor kedua 3 taraf dosis pupuk KCl yaitu: tanpa pupuk KCl (K0), pupuk  KCl dosis 100 KCl kg.ha-1 (K1), pupuk KCl  dosis 200 KCl kg.ha-1 (K2).  Hasil penelitian menunjukkan pemberian trichokompos 10 t.ha-1 dan pupuk KCl 100 kg.ha-1 dapat memperpanjang masa inkubasi penyakit,  menekan serangan penyakit layu Fusarium dengan nilai efektivitas sangat baik (89,23%), perlakuan tunggal trichokompos dosis 10 t.ha-1 tidak berbeda nyata dengan dosis 30 t.ha-1 terhadap bobot umbi kering per rumpun tanaman bawang merah

Keywords


penyakit layu Fusarium, pupuk KCl, tanah berpasir, tanaman bawang merah, trichokompos

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2017. Kota Palangka Raya dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya.

Bassiony, A. M. 2006. Effect of Potassium Fertilization on Growth, Yield, and Quality of Onion Plants. J.Appl. Scie. Res. 2(10): 780-785.

Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan). 2011. Pedoman Teknik Perbanyakan, Pengembangan Agens Hayati dan Pestisida Nabati. Kalimantan Selatan.

Cheng, C.H., Yang, C.A, dan Peng, K.C. 2012. Antagonism of Trichoderma harzianum ETS323 on Botrytis cinerea Mycelium in Culture Conditions. Phytopathologi 102 (11): 1054-63. doi:10.1094/PHYTO-11-11-0315.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura. 2017. Pedoman Rekomendasi Perlindungan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan. Jakarta.

Firmansyah, M. A. dan Anto, A. 2013, Budidaya Bawang Merah Di Lahan Marjinal Luar Musim. BPTP Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya.

Ginanjar, A., Husna, Y. dan Sri, Y. 2016. Pemberian Pupuk Trichokompos Jerami Jagung Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). JOM Faperta Universitas Riau 3(1): 1-11.

Gunadi, N. 2007. Penggunaan Pupuk Kalium Sulfat sebagai Alternatif Sumber Pupuk Kalium pada Tanaman Kentang. J. Hort 17(1): 52-60.

Gusnawaty, H. S., Muhammad, T., Leni, T. & Asniah. 2014. Karakterisasi Morfologis Trichoderma spp. Indigenus Sulawesi Tenggara. Jurnal Agroteknos 4(2): 87-93.

Hadiwiyono, Sudadi dan Claudia, S. S. 2014. Jamur Pelarut Fosfat untuk Menekan Penyakit Moler (Fusarium oxysporum f. sp. cepae) dan Meningkatkan Pertumbuhan Bawang Merah. Journal of Soil Science and Agroclimatology 11(2): 130-138.

Nurhayati. 2008. Pengaruh Pupuk Kalium Pada Ketahanan Kacang Tanah Terhadap Bercak Daun Cercospora. Jurnal Agriculture 13(3):446-450. eprints.unsri.ac.id/1052/

Purwantisari, S. dan Rini, B. H. 2009. Isolasi dan identifikasi Cendawan Indigenous Rhizosfer Tanaman Kentang dari Lahan Pertanian Kentang Organik di Desa Pakis. Magelang. Jurnal BIOMA 11(2): 1-9.

Rizki, H. B., Fifi, P. dan Adiwirman. 2015. Uji Beberapa Tricho-Kompos Terformulasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah. JOM Faperta Universitas Riau 2(2): 1-14.

Rosyidah, A. 2016. Respon Pemberian Pupuk Kalium Terhadap Ketahanan Penyakit Layu Bakteri Dan Karakter Agronomi Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.).

Santoso, S.E., Soesanto, L., dan Haryanto, T.A.D. 2007. Penekanan Hayati Penyakit Moler Pada Bawang Merah Dengan Trichoderma harzianum, Trichoderma koningii, Dan Pseudomonas flourensence P60. J. HPT Tropika 7(1):53-61.

Sinaga, S. F., Toga, S. dan Yaya, H. 2016. Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Kompos Sampah Kota dan Pupuk K. Jurnal Agroekoteknologi 4(3): 2181 – 2187.

Sukamto, S. 2003. Pengendalian Secara Hayati Penyakit Busuk Buah Kakao dengan Jamur Antagonis Trichoderma harzianum. Dalam Prosiding Kongres Nasional XVII dan Seminar Ilmiah PFI. Bandung.

Sumarni, N., R. Rosliana dan RS. Basuki. 2012. Respon Pertumbuhan, Hasil Umbi, dan Serapan Hara NPK Tanaman Bawang Merah terhadap Berbagai Dosis Pemupukan NPK pada Tanah Alluvial. J. Hortikultura 22 (4):366-375.

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/jurnal_pdf/224/9-Sumarni_Bawang.pdf

Suriyani, Sulistiyanto, Y., Zubaidah, S. dan Sustiyah. 2015. Pengaruh Pemberian Bokashi Kayambang terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Tanah Gambut. Jurnal Agripeat 16(2): 95-106.

Uke, K. H. Y., Henry, B. dan Ichwan, S. M. 2015. Pengaruh Ukuran Umbi dan Dosis Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum l.) Varietas Lembah Palu. e-J Agrotekbis 3(6): 655- 661.

Umiyati, D.U. 2017. Pengaruh Inokulasi Trichoderma sp dan Varietas Bawang Merah Terhadap Penyakit Moler Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Kultivasi 16(2):340-348.

Vidigal, S. M., Pereira, P. R. G. dan Pacheco, D. D. 2002. Mineral Nutrition and Fertilization of Onion. Informe Agropecuario 23(218): 36-50.

Vidya, Suparman dan Karjo. 2016. Kajian Pupuk Majemuk PK terhadap Produksi Bawang Merah di Lahan Berpasir Dataran Rendah. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. Hal. 890-895.

Wiyatiningsih, S. 2003. Kajian Asosiasi Phytophthora sp. dan Fusarium oxysporum f. sp. cepae Penyebab Penyakit Moler pada Bawang Merah. Mapeta 5: 1-6.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.