PEMANFAATAN TEKNOLOGI DRONE UNTUK MEMETAKAN EFEKTIFITAS PEMBASAHAN PADA SEKAT KANAL DALAM MENGURANGI RISIKO KEBAKARAN HUTAN RAWA GAMBUT DI TAMAN NASIONAL SEBANGAU

Petrisly Perkasa

Abstract


Kebakaran hutan rawa gambut tetap menjadi ancaman yang paling menakutkan untuk ekosistem terutama di wilayah konservasi. Selain dampaknya memusnahkan potensi tanaman dan satwa liar di dalamnya, kebakaran hutan rawa gambut juga melepas kandungan karbon di atas  dan di bawah permukaan tanah ke udara, yang tentunya berdampak negatif secara langsung ke lingkungan sekitar dan manusia tentunya. Salah satu dari hasil pencapaian yang terpenting dari restorasi hutan rawa gambut yang telah dilakukan Balai Taman Nasional Sebangau  dan mitranya WWF Indonesia program Kalimantan Tengah adalah program pengelolaan tata air,yang tujuannya untuk merestorasi stabilitas hidrologi secara partisifatif dalam kawasan dengan membangun dam/tabat/sekat kanal untuk menaikan tinggi muka air di saluran agar gambut yang dulu kering kembali terbasahi dan untuk melihat dampak secara cepat dan presisi penggunaan pesawat tanpa awak adalah upaya yang dapat dilakukan. Drone atau Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan sebuah robot terbang dengan kendali jarak jauh oleh seseorang yang dinamakan pilot drone. Drone ini mampu membawa kamera untuk memotret dan merekam serta dapat diterbangkan untuk jangkauan lokasi tertentu untuk menghasilkan informasi spasial berupa poto udara secara cepat dan berkoordinat. Poto udara yang dihasilkan oleh drone ini diproses dengan metode fotogrametri untuk menghasilkan peta poto udara yang dapat dipertanggung jawabkan. Drone telah lama dimanfaatkan dalam dunia militer, namun baru-baru ini digunakan untuk kepentingan sipil seperti pemantauan aktivitas manusia, keanekaragaman hayati, survei ekosistem sungai, pemantauan hutan, dinamika penduduk dan penegakan hukum. Drone yang dipakai untuk penelitian ini dapat menjangkau areal yang sulit diakses oleh manusia dengan total  jam  terbang  aman drone  sekitar  15  menit dan tidak terkendala awan, karena pengoperasiannya pada ketinggian di bawah awan. Drone ini juga memiliki kemampuan menyediakan data yang akurat dengan  resolusi pixel high definition dan menghasilkan foto udara dengan resolusi pixel tinggi dan dapat  melakukan misi pemotretan secara auto pilot, yaitu dapat terbang secara otomatis mengikuti jalur terbang yang telah direncanakan dan dapat take off dan landing pada posisi yang tidak membutuhkan jalur pendaratan ketika misi terbang telah selesai. Dengan begitu risiko surveior menjadi aman, hasil yang diharapkan adalah bisa membantu penyediaan data yang lebih baik berupa peta ortho photo, Digital Surface Model (DEM), dan kontur. Hasil dari pemotretan udara menggunakan drone jenis quadcopter ini adalah peta orto photo pada musim basah di lokasi sekat kanal SSI-Stasiun Riset WWF Kalimantan Tengah dan Balai Taman Nasional Sebangau. Mozaik foto menggunakan Software Agisoft seri 1.4 dengan ground resolution 10,3 cm/pix dan luas daerah yang terekam yaitu 0,774 km2.

Kata Kunci:  Kebakaran Hutan Rawa Gambut,Sekat Kanal, Drone

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.