STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DITINJAU DARI ASPEK PASAR DAN KEUANGAN

Fernandez Ernesto Gustan, Almuntofa Purwantoro, Dewantoro Dewantoro

Abstract


Investasi merupakan suatu pengaitan sumber-sumber daya atau pengeluaran modal saat ini untuk memperoleh manfaat di masa yang akan datang (Husnan dan Suwarsono, 2005). Investasi tidak hanya dibatasi pada saham, pembelian peralatan atau persediaan, perluasan usaha, pembuatan produk baru, pengurangan biaya juga disebut sebagai investasi. Semua investasi tersebut ditandai dengan pemasukan dana dengan harapan menerima pengembalian di masa datang dalam bentuk tambahan kas masuk atau pengurangan kas keluar. Kelayakan pembangunan perumahan telah menjadi variabel penting dalam menunjang keputusan yaitu produk yang dihasilkan, permintaan atas produk, dan material produk tidak mengandung unsur yang dilarang negara.. Salah satu bentuk investasi yang cukup menarik adalah investasi di bidang konstruksi, salah satunya yaitu investasi rumah. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum, pembuangan sampah, tersedianya listrik, telepon, jalan, yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya. Studi Kelayakan diperlukan oleh investor untuk mengetahui memperkirakan keadaan proyeknya di dalam suatu kondisi yang tidak pasti atau berubah-ubah agar dapat mengambil suatu keputusan investasi dengan menekan tingkat risiko dan mengharapkan tingkat keuntungan yang maksimal. Menurut Husnan dan Suwarsono (2005), studi kelayakan adalah tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Untuk melakukan studi kelayakan terlebih dulu harus ditentukan aspek-aspek yang akan dipelajari. Walaupun belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti. Tetapi pada umumnya penelitian akan dilakukan terhadap aspek-aspek: pasar dan pemasaran, teknis dan produksi, keuangan. Dari hasil analisa penelitian ini dengan aspek pasar dan menggunakan metode net present value, payback period, internal rate of return, average rate of return, profitability index, break event point didapat jumlah permintaan produk di Kota Palangka Raya setiap tahunnya semakin bertambah, sehingga jumlah permintaan produk masih kurang, maka pemasaran akan produk layak dilakukan. Pembangunan perumahan berdasarkan aspek pasar di Kota Palangka Raya sudah memenuhi kebutuhan. Hal ini dapat dilihat pada kebutuhan akan rumah pada Tahun 2016 sebesar 8.171 unit, sedangkan persediaan rumah sebesar 3.622 unit, maka terdapat selisih sebesar 4.549 unit. Sehingga dalam aspek pasar perumahan yang dibangun akan terjual dan layak. Net Present Value (NPV) sebesar Rp386.347.725,00 yang nilainya lebih kecil dari nol atau mempunyai nilai negatif sehingga investasi tersebut tidak layak. Payback Priod pengembalian proyek investasi memiliki jangka waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan periode pengembalian yang telah ditentukan oleh pihak manajemen perusahaan lebih dari 4 tahun maka proyek ditolak atau tidak layak. Average Rate of return (ARR) yang diperoleh sebesar 16,9%  di mana nilai ini lebih kecil dari tingkat rata-rata syarat untuk diterimanya investasi >100%, maka investasi tersebut tidak layak. Probability Index (PI)  sebesar 0,85 Karena PI <1 maka investasi tersebut tidak layak layak. Break event point (titik impas) lebih dari 4 tahun dan mendapatkan hasil negatif , maka investasi tersebut tidak layak.

Kata Kunci: Investasi, Studi Kelayakan, Aspek Pasar, Net Present Value, Payback Period, Average Rate of Return, Profitability Index dan Break Event Point

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.