ANALISIS PENGGUNAAN BATU PECAH DARI WILAYAH PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI AGREGAT UNTUK CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE)

Gusti Randa Habibie, Zainal Aqli, Ina Elvina

Abstract


Kegiatan pekerjaan pembangunan infraktruktur  jalan  di Kalimantan Tengah sedang meningkat pesat, penggunaan material sebagai bahan campuran perkerasan lapis atas pada permukaan jalan juga ikut meningkat, oleh sebab itu perlu adanya sebuah alternatif terhadap material yang dipergunakan sebagai bahan baku pencampuran pembentuk latason lapis permukaan. Jika ingin mendapatkan mutu jalan sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan pengolahan yang akurat terhadap agregat campuran Hot Rolled Sheet (HRS-Base). Pengambilan data dilakukan dengan membuat briket atau benda uji sebanyak 15 buah. Dari masing-masing 15 buah briket tersebut terdiri dari 1 komposisi, dan 1 komposisi terdiri atas 5 variasi kadar aspal. Tiap kadar aspal tersebut dibuat 3 buah briket kadar aspal atau benda uji dan kemudian dari data hasil pengujiannya akan di samakan. Pada pencampuran Hot Rolled Sheet agreagat eks Pelaihari. Komposisi yang dihasilkan dari penelitian penggunaan agregat Pelaihari Bukit Katunun untuk campuran Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base), adalah sebagai berikut Komposisi Pelaihari menggunakan komposisi yang terdiri (CA 40%; FA 25%; Pasir 35%). Nilai Karakteristik Marshall dari komposisi yang direncanakan berdasarkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) penggunaan Agregat dari Pelaihari Tanah Laut yang dihasilkan sebagai berikut: Komposisi A MT (KAO 7,05%; Stabilitas 840 kg; Flow 3,30mm; VMA 20,10%; VIM 4,90%; VFB 74,00%; MQ 260 kg/mm). Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang dihasilkan dari komposisi yang telah direncanakan yaitu komposisi Pelaihari sebesar 7,050%.

Kata Kunci: Batu Pecah, Kadar Aspal Optimum, Marshall Test, Agregat, HRS-Base.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.