KAJIAN MUTU BETON K-250 PT. GRAHA BETON (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA)

Nuke Indra Sari, Maryanyo Maryanto, Frieda Frieda

Abstract


Pada pengecoran  ready mix menggunakan concrete pump sering  terjadi penambahan air yang membantu memudahkan pemompaan sehingga mempengaruhi viskositas dan menyebabkan perubahan f.a.s. (faktor air semen) yang memungkinkan berpengaruh pada mutu beton terpasang di proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum dr. Doris Sylvanus Palangka Raya yang menggunakan mutu beton K-250 beton dari PT. Graha Beton Palangka Raya. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji perubahan slump akibat perubahan faktor air semen. Sampel benda uji dibuat berbentuk kubus 15 x 15 x 15 cm3 dengan mutu beton K-250, sampel benda uji berjumlah masing-masing 36 buah di mana dibuat masing-masing 3 sampel yang akan diuji di umur 7, 14 dan 28 hari dengan rentang bawah slump ± 8 cm-16 cm  terdiri dari kubus berdasarkan Job Mix Formula PT. Graha Beton dan kubus yang dibuat berdasarkan SNI 03-2834 tahun 2000 yang akan dilakukan perbandingan kuat tekan dari masing-masing kubus. Tidak terdapat perubahan faktor air semen yang ada hanya variasi slump saat pengecoran menggunakan concrete pump yang tidak mempengaruhi kuat tekan beton, hal ini disebabkan penggunaan bahan aditif superplast dan retarder, di mana bahan aditif ini adalah bahan aditif yang berfungsi meningkatkan kelecakan adukan beton dan menjadikan beton dengan mutu tinggi walaupun terjadi penambahan dan pengurangan air.

Kata Kunci: Concrete Pump, Slump, Kuat Tekan, Superplast


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.