PENGENDALIAN DEBIT LIMPASAN PERMUKAAN BERBASIS PEMANENAN AIR HUJAN SKALA INDIVIDU PADA JARINGAN SALURAN DRAINASE TERSIER

I Made Kamiana

Abstract


Salah satu faktor yang dapat memperburuk kinerja drainase adalah debit limpasan permukaan yang terus meningkat hingga melampaui kapasitas drainase. Studi yang ditulis dalam artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penurunan debit limpasan permukaan di jaringan saluran drainase tersier, khususnya di sekitar Jalan Taurus, Permukiman Amaco, Kota Palangka Raya, apabila dilakukan pemanenan air hujan skala individu, dalam hal ini menggunakan sumur resapan dangkal dan tangki penyimpanan air hujan. Studi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: (1) Pengumpulan data primer yakni data kondisi jaringan saluran drainase. (2) Pengumpulan data sekunder, antara lain: data hujan, lay out jaringan drainase, koefisien permeabilitas tanah, koefisien dan luas daerah pengaliran. (3) Analisis data meliputi perhitungan debit limpasan permukaan, baik tanpa pemanenan air hujan maupun dengan pemanenan air hujan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sumur resapan dangkal tidak memenuhi syarat sebagai sistem pemanenan air hujan dilokasi studi. Pemanenan air hujan dengan tangki penyimpanan air hujan, rata-rata menurunkan debit limpasan permukaan di saluran drainase hanya sebesar 8,78%. Hasil analisis ini dengan batasan sebagai berikut: intensitas hujan 21,405 mm/jam; sumur resapan dangkal dengan jari-jari 0,5 m, faktor geometrik 2,75 m, koefisien permeabilitas tanah 0,00006 m/dt; volume tangki penyimpanan air hujan 1 m3. Hasil analisis ini mengandung implikasi tentang perlunya inovasi sistem pemanenan hujan sehingga dapat efektif untuk kawasan permukiman yang padat dan kedalaman air tanahnya dangkal.

Kata Kunci: Debit Limpasan Permukaan, Pemanenan Air Hujan, Drainase

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.