Jurnal Administrasi Publik (JAP) https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP <div style="border: 2px #0D4654 solid; padding: 10px; background-color: #eaeeee; text-align: left;"> <ol> <li>Journal Title: <a href="https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/">Jurnal Administrasi Publik (JAP)</a></li> <li>Initials: JAP</li> <li>Frequency: Februari - Oktober</li> <li>Print ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1359423587" target="_blank" rel="noopener">2337-4985</a></li> <li>Online ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1580797844" target="_blank" rel="noopener">2723-2530</a></li> <li>Editor in Chief: -</li> <li>DOI: -</li> <li>Publisher: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya</li> </ol> </div> <p>Jurnal Administrasi Publik (JAP), E-ISSN 2723-2530, P-ISSN 2337-4985 Merupakan Jurnal yang menyajikan berbagai hasil penelitian baik penelitian oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya maupun hasil penelitian dari instansi lain yang berhubungan dengan Administrasi Publik, Journal ini diterbitkan dua kali dalam satu Tahun.</p> Universitas Palangka Raya en-US Jurnal Administrasi Publik (JAP) 2337-4985 Peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Budidaya Jamur Tiram (Studi Desa Tanjung Sangalang, Kabupaten Pulang Pisau) https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4132 <p>Badan Milik Desa (BUMDes) merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besa rmodalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Desa. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, pemerintah DesaTanjung Sangalang mendirikan badan usaha milik Desa (BUMDes) tepat pada tahun 2016.Usaha yang dimiliki Desa Tanjung Sangalang untuk dikelola hingga saat ini oleh masyarakat DesaTanjung Sangalang diantaranya adalah usaha Budidaya Jamur Tiram.&nbsp; Dalam penelitian ini, Peran BUMDes Desa Tanjung Sangalang&nbsp; Di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau menggunakan teori Peran Henry Mintzberg dengan 3 indikator yaitu : 1). Peranan hubungan antar pribadi (interpersonal role)&nbsp; 2). Peranan sebagai pemimpin (leader) 3).Peranan pembuat keputusan (Deciosional role).&nbsp; Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Data yang terkumpul di olah dan dianalisis dengan menggunakan prosedur analisis kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif&nbsp;&nbsp; yaitu cara reduksi&nbsp; data, penyajian&nbsp; data, dan penarikan kesimpulan / verifikasi.&nbsp; Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa upaya BUMDes dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tanjung Sangalang guna meningkatkan kehidupan masyarakat melalui program Budidaya Jamur Tiram sudah mengalami peningkatan dimana masyarakat Desa Tanjung Sangalang secara perlahan mengalami perubahan dan mempunyai usaha dan penghasilan. Selain itu BUMDes berperan dalam meningkatkan semangat masyarakat untuk dapat kreatif dan bisa membuka usaha.</p> Cici Pramida Puput Ratnasari Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 1 14 Peran Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4134 <p>Penelitian ini mengangkat tentang Bagaimana Peran Pemerintahan Desa dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur (jalan) di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya. dan Faktor apa saja yang menjadi Peran Pemerintahan Desa dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Bintoro Tjokroamidjojo (2000 :42) tentang bagaimana peran dari Pemerintahan Desa dengan indikator teori perannya sebagai Motivator, Fasilitator dan Mobilisator dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran Pemerintahan Desa untuk pemberian motivasi Pemerintahan Desa sebenarnya sudah memberikan motivasi dalam bentuk arahan, namun sepertinya tidak menyeluruh diterima masyarakat. hal ini ditandai dengan adanya pendapat kontra yang mengatakan bahwa kurang bahkan tidak adanya pemberian motivasi ini yang dilakukan oleh pemerintahan desa (2) Peran pemerintahan desa disini sebagai seorang fasilitator ada memberikan bantuan ataupun fasilitas baik berupa alat kerja, dana, serta upaya dengan pengadaan proposal dan kerjasama dengan pihak swasta/perusahaan untuk pembangunan jalan desa. Namun sepertinya fasilitas yang diberikan tidak menyeluruh dirasakan oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan adanya pendapat yang kontra atau tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena dirasa tidak adanya pemberian fasilitas yang dilakukan oleh pemerintahan desa kepada masyarakat. (3) Peran pemerintahan desa Makunjung disini sebagai mobilisator ataupun penggerak masyarakat untuk turut ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan dan pemeliharaan seperti gotong royong jalan desa itu ada dilakukan namun sepertinya tidak dirasakan oleh seluruh masyarakat dan dinilai kurang bahkan tidak ada oleh masyarakat (4) Rancangan atau rekomendasi yang diajukan pada musrembang sulit untuk diperjuangkan pada tingkat kecamatan dan kabupaten. Kendala yang dihadapi lebih kepada pembagian dana yang ada dengan prioritas pembangunan, letak pembangunan yang tidak memungkinkan, dan kerjasama antara pemerintahan desa dengan masyarakat atau sebaliknya kurang begitu baik.</p> Cris Aditya Pratama Ferry Setiawan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 15 25 Peran Pemerintah Desa Dalam Penyediaan Air Bersih Di Desa Datah Kotou Kecamatan Tanah Siang Selatan https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4135 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisa peran&nbsp; Pemerintah Desa dalam menyediakan sumber daya air bersih di Desa Datah&nbsp; Kotou. Metode penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah&nbsp; menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan indikator pembinaan dan&nbsp; pemberdayaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data&nbsp; sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.&nbsp; Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data,&nbsp; dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan program&nbsp; penyediaan air bersih di Desa Datah Kotou bisa dibilang kurang dalam hal&nbsp; kuantitas dan kualitasnya. Dimana Pemerintah Desa Datah Kotou sudah&nbsp; menjalankan berbagai upaya dalam menyediaakan DAM air bersih namun masih&nbsp; kurang lancar untuk dikonsumsi Masyarakat dan Pemerintah Desa belum&nbsp; memprioritaskan pentingnya sumber daya air bersih. Untuk itu perlu adanya suatu&nbsp; peran dari Pemerintah Desa, bagaimana Pemerintah Desa dalam menjalankan&nbsp; perannya dengan baik dalam kebutuhan Masyarakat Desa.</p> Mondika Yosua Ba. Wara Imanuel Jaya Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 26 37 Strategi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Palangkaraya Dalam Menangani Peserta Yang Menunggak Premi Atau Iuran (Studi Pada Kantor BPJS Kesehatan Kota Palangka Raya) https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4136 <p>Pelayanan publik bisa dilakukan dimana saja termasuk di tempat pemberi layanan publik seperti di Kantor BPJS Kesehatan. Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana strategi BPJS Palangka Raya dalam menangani peserta yang menunggak premi atau iuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana strategi pihak BPJS Kesehatan Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Empat dimensi pokok strategi menurut Robbins dalam Kusdi (2009:90) yaitu : inovasi, diferensiasi pasar, jangkauan dan pengendalian biaya. Hasil dari penelitian ini adalah pihak BPJS Palangka Raya sudah melakukan semua strategi sesuai dengan empat dimensi di atas. Inovasi yang diciptakan agar mengendalikan penunggakan iuran peserta, diferensiasi pasar yang di laksanakan dengan tujuan memudahkan peserta dalam hal pembayaran iuran peserta, jangkauan yang dimaksimalkan agar semua kalangan masyarakat bisa bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan dan pengendalian biaya yang di lakukan agar iuran yang dibayarkan peserta tepat waktu sehingga dana yang masuk dan keluar dari iuran peserta terus berkesinambungan dan tidak memberikan kerugian untuk pihak BPJS Kesehatan</p> Halvi Yanti Riamona Sadelman Tulis Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 38 44 Model Konseptual Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal Di Kalimantan Tengah https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4138 <p>Desa tertinggal merupakan suatu wilayah yang relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dan ditandai dengan penduduknya yang relatif tertinggal karena keterbatasan akses pembangunan, infrastruktur, pendidikan, sosial dan budaya.&nbsp; Dengan berbagai permasalahan yang dialami maka diperlukan adanya suatu program yang dilakukan oleh pemerintah agar desa tertinggal dapat lebih maju dan kesejahteraannya dapat meningkat seperti desa lain yang sudah berkembang dan maju.&nbsp; Melalui PM2L yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maka pembangunan di daerah tertinggal dapat segera diatasi, karena PM2L dijadikan sebagai program strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh daerah tertinggal di Provinsi Kalimantan Tengah.&nbsp; Tujuan dari tulisan ini adalah mendeskripsikan tentang model konseptual yang dibangun melalui PM2L</p> Syamsuri Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 45 62 Pengembangan E-Government Dalam Pelayanan Publik Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Kantor Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4140 <p><em>E-government</em> merupakan suatu upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Penerapan <em>e-government</em> digunakan sebagai suatu penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan e-government dalam pelayanan birokrasi pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Pertimbangan yang mendasari penelitian ini adalah dengan adanya pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang ini yang menjadikan berbagai kegiatan pelayanan pemerintahan terkendala, sehingga penerapan <em>e-government</em> menjadi sangat penting untuk dapat dimanfaatkan oleh pemerintah guna meningkatkan pelayanan birokrasi yang lebih efektif dan efisien. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan indikator pengembangan <em>e-government</em> menurut Soendjojo (2005), dimana dalam rangka penerapan <em>e-government</em> harus mencakup tahapan persiapan, pematangan, pemantapan, dan pemanfaatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni dengan pendekatan kualitatif yang meliputi: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan <em>e-government</em> dalam pelayanan birokrasi pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Jekan Raya masih belum maksimal atau masih belum mencapai tahapan terpenting yakni pemanfaatan <em>e-government</em> itu sendiri. Hal ini dikarenakan belum siapnya sistem yang dibuat akibat terkendala di biaya serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai proses kegiatan <em>e-government</em> tersebut.</p> Rio Philipus Marvy F. A. Sahay Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 63 69 Strategi Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Palangka Raya Dalam Mengeksistensikan Organisasi Dimasa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/4143 <p>Sejak awal tahun 2020 sampai saat ini, Indonesia masih diselimuti kekhawatiran karena masih meluasnya penyebaran <em>coronavirus disease 2019</em> <em>(Covid-19)</em>&nbsp; yang semakin meluas dan&nbsp; belum ada tanda – tanda pasti kapan berakhirnya virus <em>covid-19</em>. Berbagai macam varian baru <em>covid-19</em> terus menjadi ancaman baru di Indonesia, sebut saja varian delta dan yang terbaru yaitu varian omicorn. &nbsp;Berbagai upaya telah dilakukan&nbsp; oleh Pemerintah Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dalam rangka menanggulangi penyebarannya agar tidak meluas. Universitas Palangka Raya, yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Tengah juga merasakan betapa berdampaknya <em>covid-19</em> dalam dunia pendidikan khususnya di Universitas Palangka Raya. Tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan juga mahasiswa dari Universitas Palangka Raya juga ada yang terpapar <em>covid-19</em> sehingga berbagai macam program selama pandemi <em>covid-19</em> dilakukan oleh Rektor Universitas Palangka Raya. Berbagai program itu diantaranya pembatasan pertemuan tatap muka perkuliahan yang dari pembelajaran tatap muka secara langsung menjadi pembelajaran jarak jauh, percepatan vaksinasi bagi keluarga besar universitas Palangka Raya, pembentukan satgas covid universitas Palangka Raya hingga penerapan protokol Kesehatan yang ketat dilakukan di Universitas Palangka Raya. Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Palangka Raya yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat Universitas Palangka Raya juga merasakan dampak akan adanya berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Rektor Universitas Palangka Raya. Jika sebelum adanya pandemi, aktivitas kemahasiswaan di UKM KSR PMI Unit UPR sepenuhnya dijalankan secara offline (tatap muka) maka dengan adanya berbagai kebijakan rektorat selama pandemi <em>covid-19</em> menyebabkan perlu adanya inovasi oleh KSR PMI Unit UPR agar organisasi terus eksist dan tidak terganggu program kerja untuk kemanusiaan selama pandemi. Tahun 2021 meski masih pandemi, nyatanya pengurus KSR PMI Unit UPR terus eksist dan memiliki inovasi-inovasi baru sehingga program kerja dapat dilaksanakan secara maksimal untuk kemanusiaan.</p> Suprayitno Sarasi Silvester Sinurat Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-02-17 2022-02-17 8 1 70 78