JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA <p><img src="/public/site/images/yesser/depan1.jpg" width="232" height="328"></p> <p>Journal of Architecture Perspective managed by the Department of Architecture, Faculty of Engineering, Palangka Raya University with p-ISSN 1907-8536 is a place for researchers engaged in Architecture and research in Architecture and the built environment to be able to publish research results. The main focus of this journal is the management and utilization of unique local potential in Kalimantan for various applications in answering community questions and contributing to the development of science. The Architecture Perspective Journal is an Open Access Journal and is published every six months. Journal of Architecture Perspective is a scientific communication media and professionalism in the field of architecture and the built environment. This magazine was published in collaboration with the Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Palangka Raya (UPR) with the Indonesian Institute of Architects (IAI) in Central Kalimantan. This journal is published every July and December.</p> en-US jpa@arch.upr.ac.id (Jurusan Arsitektur) yesserp@arch.upr.ac.id (Yesser Priono) Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMAHAMAN LINGKUNGAN PADA ARSITEKTUR BETANG SEBAGAI SUBJEK https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1994 <p>Betang di Kalimantan Tengah merupakan perwujudan alam sorgawi dan alam manusia yang lekat dengan lingkungannya. Di alam sorgawi raga dan jiwa merupakan personifikasi dari prinsip ruang spiritual yang diterjemahkan sebagai alam atas dan alam bawah. Sementara itu alam lingkungan sekitarnya merupakan gambaran akan alam manusia yang penuh dengan simbol menuju ke nirwana dan kesempurnaan yang direkam pada Betang. Observasi di lakukan pada betang Toyoi dengan metoda survey detail Betang untuk menemukan kecocokan dengan kontek lingkunganya dimana Betang sebagai subjek arsitekturalnya. Ternyata Betang yang merupakan rumah tinggal syarat akan makna religious. Raga diterjemahlkan pada Betang yang serba tersentuh, bertekstur, mudah untuk difahami. Sedangkan jiwa diterjemahkan pada sandung yang terdapat di depan rumah tempat roh berlabuh, sebuah bangunan yang sarat makna keilahian, jalan menuju alam surgawi yang serba indah, dengan segala kemewahannya. Betang juga merupakan ruang yang dibentuk berdasarkan egosistem, menterjemahkan sifat-sifat manusia mulai dari yang personal hingga yang komunal.</p> Yunitha, Mandarin Guntur, Andito, Teguh Setiawan Copyright (c) 2018 Yunitha https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/about/aboutThisPublishingSystem https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1994 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 ARSITEKTUR SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA Studi Kasus : Piazza d’Italia https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1995 <p>Produksi artistik dan arsitektur kontemporer (baru) yang merupakan cermin sistem ekspresi ditentukan oleh kebudayaan masyarakat/tempatnya. Sistem ekspresi juga tercermin dalam respon terhadap produksi sekarang dan masa lalu tersebut. Bentuk menjadi sangat berarti tidak hanya karena berbeda dengan bentuk lain tetapi juga karena persamaannya dengan bentuk tertentu yang memuat arti yang sama, misalnya dalam hal ini kasus Piazza d’Italia.</p> Titiani Widati Copyright (c) 2018 Titiani Widati https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/about/aboutThisPublishingSystem https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1995 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 KAJIAN KUALITAS RUANG PUBLIK TAMAN PERJUANGAN BANGSA PALANGKA RAYA https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1996 <p>Taman Perjuangan Bangsa atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan Taman Pemuda (karena keberadaan patung pemuda yang membawa obor), merupakan salah satu taman yang berada di dekat pusat Kota Palangka Raya dan terletak tepat di depan halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Walaupun luas lahannya terbatas dan fasilitas taman yang minim, namun setiap harinya banyak masyarakat berkunjung dan memanfaatkan taman tersebut baik untuk bersantai, bermain, berekreasi ataupun melakukan aktivitas lainnya seperti olahraga (sepeda, skateboard), menyalurkan hobi (drone, komunitas pencinta binatang), kegiatan keagamaan, belajar di alam terbuka (Taman Kanak-kanak), hingga rekaman acara stasiun televisi. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengetahui bagaimana kualitas ruang publik Taman Perjuangan Bangsa Kota Palangka Raya. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, dan dengan landasan teori yang digunakan adalah mengenai kualitas ruang publik.</p> Alderina, Rony Setya Siswadi Copyright (c) 2018 Alderina https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/about/aboutThisPublishingSystem https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1996 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 ACTUALIZING A CITY AT THE DOWNSTREAM AREAS OF KALIMANTAN BY HANDIL SYSTEM https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1997 <p>This study is aimed at formulating some alternatives to create a city in a downstream area of Kalimantan by adopting Handil system. The formulation study and analysis are based on the previous findings by which a Handil system found in a rural area before it transformed into an urban area. By such findings some alternatives are formulated to create a Handil city in a downstream area in Kalimantan.</p> Copyright (c) 2018 Wijanarka https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/about/aboutThisPublishingSystem https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1997 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI MUNGKU BARU SEBAGAI DESA WISATA https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1998 <p>Desa wisata dinilai sangat potensial untuk dikembangkan saat ini mengingat pada tahun-tahun terakhir agrotourism dan ekowisata sangat diminati wisatawan. Desa Mungku Baru yang eksotik pada saat ini masih menyimpan permasalahan besar dan cepat atau lambat mengancam keberadaan dan fungsinya sebagai kawasan konservasi. Permasalahan tersebut berawal justru dari keberadaan bukit batu tidak hanya unik tapi sekaligus potensial dan bernilai ekonomi tinggi untuk dieksploitasi sebagai bahan bangunan (material) baik pemukiman maupun pembuatan jalan. Kenyataannya, sampai kini aktivitas penambangan batu masih terjadi meskipun pemerintah kota sudah berusaha untuk menertibkan penambangan batu yang dilakukan secara liar oleh masyarakat lokal.<br>Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa : (1) Potensi atraksi pada desa Mungku Baru belum cukup menarik, sebagaimana ditunjukkan dari penilaian yang relatif rendah, untuk kualitas amenitas seperti akomodasi, pusat informasi dan cenderamata masih kurang terpenuhi, dan untuk kualitas aksesibilitas pada desa Mungku Baru belum terpenuhi dengan baik. Pasar pada desa wisata Mungku Baru merupakan kalangan yang termasuk dalam karakteristik bersifat alam dan melakukan perjalanan wisata dalam kelompok. (2) Potensi produk wisata desa Mungku Baru mempunyai peluang yang rendah dalam pengembangannya sebagai desa wisata. (3) Aspek pengembangan produk yang dapat menjadi instrument penting dalam mendukung dalam upaya pelestarian lingkungan meliputi : pengembangan produk yang mengarah pada pendidikan lingkungan dan penggunaan material/bahan yang ramah lingkungan.</p> Yesser Priono, Giris Ngini Copyright (c) 2018 Yesser Priono https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/about/aboutThisPublishingSystem https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTA/article/view/1998 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000