Revitalisasi Empati Remaja: Menghidupkan Kembali Kepedulian Terhadap Lingkungan Rumah dan Masyarakat

Penulis

  • Whilis Pitaloka Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.37304/jak.v3i1.24909

Kata Kunci:

Empati, Prilaku Prososial, literasi digital, remaja, penguatan nilai sosial

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial remaja secara signifikan. Akses luas terhadap smartphone dan media sosial berpotensi memengaruhi sensitivitas sosial apabila tidak diimbangi penguatan karakter. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merevitalisasi empati remaja sebagai fondasi pembentukan perilaku prososial di tengah intensitas penggunaan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Batulayang, Komplek Khatulistiwa City, Pontianak, dengan melibatkan 22 remaja usia 10–15 tahun. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi reflektif berbasis kasus kontekstual, latihan perspective taking, serta penyusunan komitmen aksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual tentang empati, tumbuhnya kesadaran regulasi penggunaan smartphone dalam interaksi keluarga, serta munculnya komitmen perilaku prososial di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan empati yang diintegrasikan dengan literasi digital merupakan strategi preventif dalam menjaga kohesi sosial remaja di era digital.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.37304/jak.v3i1.24909 DOI URL: https://doi.org/10.37304/jak.v3i1.24909
Lihat: 5 | ##article.downloads##: 3

Referensi

Akhzalini, H. A. (2024). Kontribusi empati bagi perilaku prososial pada remaja. Prophetik: Jurnal Kajian Keislaman.

Decety, J., & Cowell, J. M. (2021). Empathy, justice, and moral behavior. American Journal of Bioethics, 21(1), 3–15.

Harahap, D. E., Saragi, N. A., & Dewi, I. S. (2025). Hubungan sikap empati dengan perilaku sosial remaja. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Ningsih, S. C., Noviza, N., & Utami, H. F. (2025). Hubungan empathy terhadap friendship quality pada remaja. Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan.

Nuralifah, I. P., & Rohmatun, R. (2025). Perilaku prososial pada siswa SMP Islam Plus Assalamah Ungaran Semarang ditinjau dari empati dan dukungan sosial teman sebaya. Proyeksi, 10(1), 7–19.

OECD. (2021). 21st century readers: Developing literacy skills in a digital world. Paris: OECD Publishing.

Putra, G. B., & Hartini, N. (2024). Peningkatan pemahaman dan keterampilan sosial remaja melalui program intervensi komunitas. Jurnal Diversita.

Steinberg, L. (2020). Adolescence (12th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Subrahmanyam, K., & Šmahel, D. (2017). Digital youth: The role of media in development. New York, NY: Springer.

Twenge, J. M. (2019). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. New York, NY: Atria Books.

Uliya, R. P., Putra, K. N., Fathiyah, E. N., Jannah, E. N., & Rouns, E. (2025). Adolescent empathy concerning parenting style and peer social support based on gender differences. International Journal of Islamic Educational Psychology, 5(1), 1–15.

UNESCO. (2023). Digital literacy and education in the digital age. Paris: UNESCO Publishing.

Yang, X., et al. (2023). Associations between adolescents’ empathy and prosocial attributes. BMC Pediatrics.

Zulkarnain, Z., & Fitriani, R. (2022). Literasi digital dan pembentukan karakter remaja di era media sosial. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 145–156.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Pitaloka, W. (2026). Revitalisasi Empati Remaja: Menghidupkan Kembali Kepedulian Terhadap Lingkungan Rumah dan Masyarakat . Kahayan : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.37304/jak.v3i1.24909