Vol. 1 No. 02 (2018): Journal SOSIOLOGI Edisi 02, Desember 2018

Penguatan identitas Dayak sebagai respon terhadap terhadap dinamika pembangunan
merupakan refleksi dari pengalaman sejarah yang memposisikan mereka sebagai kelompok yang
terpinggirkan telah mengalami transformasi dalam wujud perlawanan dengan menggunakan
atribut-atribut dan teks-teks budaya Dayak yang dipahami sebagai manyalamat petak danum
(counter hegemony) terhadap kebijakan Negara khususnya pemerintah daerah.
Pada Institusi keluarga yang dibangun berdasarkan hubungan cinta kasih , tidak mengenal
adanya batas wilayah kekuasaan dalam konteks gender, karena realita interaksi dalam keluarga
selalu dihadapkan pada masalah wajar dan ketidakwajaran; adil dan ketidakadilan; apalagi sampai
pada pembicaraan siapa yang lebih besar pengorbanannya dan tanggung jawabnya. Jawabanya
hanya ada pada sifat fleksibitas atau kelenturan dan pencairan situasi sehingga ditemukan model
transformasi yang dapat memuaskan keduabelah pihak. Sebaliknya pada perempuan millneal,
dituntut untuk mengandalkan pada unsur-unsur kreatif, inovatif dan transformatif dalam menghadap tantangan dan dinamika pembangunan, maka pilihan berkarir memiliki relevansi
yang sangat kuat dan tepat. Sementara pernikahan merupakan sesuatu yang sudah tersedia,
hanya ruang dan waktunya yang terbaik, yang belum kita ketahui; artinya karir dan pernikahan
dapat memiliki hubungan yang signifikan.

Published: 2018-11-01