Analisis Disparitas Pembangunan antara Wilayah Utara dan Wilayah Selatan Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.36873/suajana.v1i2.16888Keywords:
Disparitas pembangunan wilayah, Ketimpangan regional, Indeks Williamson, Infrastruktur wilayah, Strategi pembangunanAbstract
Disparitas pembangunan antarwilayah merupakan salah satu tantangan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan karena dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, penyediaan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat disparitas pembangunan antara wilayah utara dan wilayah selatan Kota Palangka Raya, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi untuk mengurangi kesenjangan pembangunan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer melalui survei dan wawancara serta data sekunder dari berbagai instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Kesenjangan Williamson, Ordinary Least Squares (OLS), dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai disparitas wilayah utara sebesar 0,3, sedangkan wilayah selatan sebesar 0,2, yang mengindikasikan bahwa wilayah selatan memiliki tingkat pemerataan pembangunan yang lebih baik. Analisis OLS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan ketersediaan infrastruktur merupakan faktor utama yang memengaruhi disparitas pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu diarahkan pada penguatan infrastruktur, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan peningkatan investasi di wilayah utara untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Kota Palangka Raya.
Downloads
References
Azim, A. N., Sutjipto, H., & Fahmi Ginanjar, R. A. (2022a). Determinan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antarprovinsi Di Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.23969/jrie.v2i1.23
Azim, A. N., Sutjipto, H., & Fahmi Ginanjar, R. A. (2022b). Determinan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antarprovinsi Di Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.23969/jrie.v2i1.23
Díez-Minguela, A., González-Val, R., Martinez-Galarraga, J., Sanchis, M. T., & Tirado, D. A. (2020). The long-term relationship between economic development and regional inequality: South-West Europe, 1860–2010. Papers in Regional Science, 99(3), 479–508. https://doi.org/10.1111/pirs.12489
Fransiska, B., & Setiawan, E. (2022). Strategy for Reducing Regional Economic Disparities in Gerbangkertosusila: A Cluster Regional Approach Based on Leading Sectors. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 10(3), 213–225. https://doi.org/10.14710/jwl.10.3.213-225
Gunawan, G., Juanda, B., & Pravitasari, A. E. (2026). Shifting Landscapes: The Impact of Global Pandemic on Regional Development Disparities and Fiscal Resilience. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 10(1 SE-Articles), 551–576. https://doi.org/10.22437/jiituj.v10i1.53466
Iammarino, S., Rodriguez-Pose, A., & Storper, M. (2019). Regional inequality in Europe: Evidence, theory and policy implications. Journal of Economic Geography, 19(2), 273–298. https://doi.org/10.1093/jeg/lby021
Liu, Q., Huang, J., Ni, T., & Chen, L. (2022). Measurement of China’s Building Energy Consumption from the Perspective of a Comprehensive Modified Life Cycle Assessment Statistics Method. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 14, Number 8, p. 4587). https://doi.org/10.3390/su14084587
Nawir, D., Bakri, M. D., & Syarif, I. A. (2023). Central government role in road infrastructure development and economic growth in the form of future study: the case of Indonesia. City, Territory and Architecture, 10(1), 12. https://doi.org/10.1186/s40410-022-00188-9
Perkasa, P., Gumiri, S., Wahyudi, & Permana, I. (2024). Canal Bulkhead Design Preventing Blockage of River Flow – A Case Study in the Bangah River, Sebangau National Park, Indonesia. Ecological Engineering and Environmental Technology, 25(2), 150–156. https://doi.org/10.12912/27197050/175994
Rachmawati, L. N., Lubis, F. R. A., & Azzakiyyah, N. A. (2025). Regional income disparities in Indonesia: Insights from the Williamson index and panel data analysis. Optimum: Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 15(2), 264–271. https://doi.org/10.12928/optimum.v15i2.12953
Robert, S., & Schleyer-Lindenmann, A. (2021). How ready are we to cope with climate change? Extent of adaptation to sea level rise and coastal risks in local planning documents of southern France. Land Use Policy, 104, 105354. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105354
Rodríguez-Pose, A. (2022). The Rise of Populism and the Revenge of the Places That Don’t Matter. Populism: Origins and Alternative Policy Responses, 79–104. https://doi.org/10.31389/lsepress.pop.e
Sari, V. A., & Tiwari, S. (2024). The Geography of Human Capital: Insights from the Subnational Human Capital Index in Indonesia. Social Indicators Research, 172(2), 673–702. https://doi.org/10.1007/s11205-024-03322-x
Trinanda, T. C. (2017). Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia dalam Rangka Pembangunan Berbasis Pelestarian Lingkungan. Matra Pembaruan, 1(2), 75–84. https://doi.org/10.21787/mp.1.2.2017.75-84
Warsilah, H. (2017). Pembangunan Inklusif dan Kebijakan Sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=ros8DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA14&dq=%22kebijakan%22+%22penanggulangan%22+%22pmks%22&ots=OhO_NHm1U2&sig=7qXwvXZlT38DSatYGVUEWhN8pBc
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kurniawan Utama, Hera Nugrahayu, Indrawan Permana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



