Briket Arang, Serbuk Gergaji, Kayu Ulin, Kayu Benuas, Perekat Tapioka
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) dan kayu benuas (Shorea laevis Ridl) sebagai bahan baku pembuatan briket arang dengan perekat alami berupa tapioka. Serbuk gergaji kayu yang diperoleh dari limbah industri penggergajian diolah melalui beberapa tahap, yaitu pengeringan, pengarangan, pendinginan, pencampuran dengan larutan perekat tapioka, pencetakan dengan sistem hidrolik, serta pengeringan menggunakan oven. Briket yang dihasilkan kemudian diuji kualitasnya meliputi kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, nilai kalor, dan keteguhan tekan berdasarkan standar SNI dan ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air briket berkisar 5 –8% sesuai standar, meskipun beberapa sampel melebihi 10%. Nilai zat mudah menguap bervariasi 1–10%, sebagian besar memenuhi standar (<15%). Kadar abu berada pada kisaran 2–5% dengan sebagian kecil sampel mencapai 9,5%. Nilai keteguhan tekan mayoritas memenuhi standar minimum 12 kg/cm², meskipun terdapat sampel dengan nilai rendah akibat distribusi perekat yang kurang merata. Secara umum, briket arang dari serbuk gergaji kayu ulin dan kayu benuas dengan perekat tapioka memiliki kualitas yang baik, bernilai kalor tinggi, ramah lingkungan, serta berpotensi menjadi energi alternatif terbarukan. Pemanfaatan limbah serbuk kayu menjadi briket juga mendukung pengelolaan limbah industri serta dapat dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan dengan prospek ekonomi yang menjanjikan.
Aditia, Y., Hutabalian, G., Simanjuntak, M., Purba, R., Supriyati, W., & Alpian, A. (2026). BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI KAYU ULIN DAN KAYU BENUAS DENGAN PEREKAT TAPIOKA. Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 20(1), 1 – 13. https://doi.org/10.36873/aev.v20i1.26642