Daerah ini mempunyai ciri khas tersendiri, dengan ciri khas salak yang berbeda dengan salak yang lain, rasanya yang manis, kelat (Antara asam dan manis), asam dan lengit ini membuat pembeda dengan salak lainnya. Perbanyakan salak secara generatif dapat menjadi pilihan yang baik karena dapat menyemai dalam jumlah yang relatif lebih banyak, pelaksanaanya lebih mudah, akarnya lebih kuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai bagaimana Pengaruh Skarifikasi Mekanik terhadap Pemecahan Dormansi dan Tingkat Perkecambahan Biji Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.). menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang disimbolkan dengan S0: Kontrol (tanpa skarifikasi), S1: Kertas Amplas Grit 80, S2: Kertas Amplas Grit 120, S3: Kikir, S4: Jarum. Teknik skarifikasi menggunakan kertas amplas grit 80 menjadi yang terbaik dalam penelitian ini. pengamplasan yang dilakukan memberikan ruang bagi masuknya air untuk terjadinya imbibisi sehingga lebih cepat terjadi perombakan makanan dan menghasilkan energi.
Ritonga, E. N., Nurhalimah, M., & Lubis, J. A. (2025). PENGARUH SKARIFIKASI MEKANIK TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI DAN TINGKAT PERKECAMBAHAN BIJI SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc.). Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 19(2), 90–96. https://doi.org/10.36873/aev.v19i2.3949