Analisis Karakter Lingkungan Berdasarkan Sifat Kimia dan Fisik Tanah pada Lahan Alami dan Budidaya Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch)
DOI:
https://doi.org/10.36873/agp.v27i1.24918Keywords:
beneng taro, soil chemical properties, soil physical properties, land use, suistainable agriculture, PCAAbstract
Perubahan penggunaan lahan dari ekosistem alami menjadi sistem pertanian dapat memengaruhi sifat kimia dan fisik tanah yang berperan penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik tanah pada lahan alami dan lahan budidaya talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) di Kabupaten Serang, Banten. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, rasio C/N, bahan organik, kelembapan tanah, suhu tanah, dan intensitas cahaya. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada kedua tipe lahan. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik untuk mengetahui perbedaan antara penggunaan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemisahan yang jelas antara lahan alami dan lahan budidaya berdasarkan sifat kimia dan sifat fisik tanah, dengan pH tanah tergolong agak masam serta kandungan C-organik dan N-total dalam kategori sedang. Pada sifat fisik, lahan alami memiliki kelembapan tanah yang lebih stabil, intensitas cahaya lebih rendah, dan suhu tanah yang lebih konstan dibandingkan lahan budidaya. Kondisi tersebut mendukung tingkat keanekaragaman makrofauna tanah yang lebih tinggi pada lahan alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem budidaya talas beneng mampu mempertahankan kualitas tanah mendekati kondisi alami sehingga mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Downloads
References
Agustin, A. I., Hermita, N., Fatmawaty, A. A., & Kartina, A. M. (2024). Identifikasi pengaruh ketinggian tempat terhadap morfologi talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch). JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 9(2), 102–113. https://doi.org/10.37149/jia.v9i2.1150
Anwar, K., Winarso, S., Monde, A., Ratnaningsih, H. R., Kartini, N. L., Sulistiyowati, R., Ristiyana, S., Somba, B. E., Widyasari, N. L., Amirudin, & Rahman, F. A. (2025). Dasar-dasar ilmu tanah. Azzia Karya Bersama.
Botanri, S., Setiadi, D., Guhardja, E., Qayim, I., & Mansur, I. (2011). Studi ekologi tumbuhan sagu (Metroxylon spp.) dalam komunitas alami di Pulau Seram, Maluku. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(2), 135–147. https://surl.li/wgrzjz
Cundaningsih, N., Kratnian, M., & Siregar, I. Z. (2015). Ekologi bambu hitam (Gigantochloa atroviolacea Widjaja) sebagai bahan baku angklung di Jawa Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(2), 94–102. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010710
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang. 2024. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) 2024. Pemerintah Kabupaten Serang. https://dlh.serangkab.go.id/storage/media/lkip-2024-dlh_1753155421.pdf
Gustina, H. L., Nasrul, B., & Idwar. (2025). Characterization and evaluation of suitability of tidal land for sugar palm (Arenga pinnata Merr.). Jurnal Online Pertanian Tropik, 12(3), 1–10. https://doi.org/10.32734/jpt.v12i2.16467
Hajawa, H., Rahman, A., & Suryani, N. (2025). Pengaruh tutupan tajuk terhadap intensitas cahaya dan kelembapan tanah pada ekosistem hutan sekunder. Forest and Society, 9(1), 45–56. https://pub.kehutanan.unismuh.ac.id/index.php/forces/article/view/227
Hermita, N., Muntasib, E. K. S. H., Suwarto, & Sunkar, A. (2025). Ecological perspective of giant taro as local biodiversity of Pandeglang. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1506, 012021. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1506/1/012021/meta
Lal, R. (2018). Digging deeper: A holistic perspective of factors affecting soil organic carbon sequestration in agroecosystems. Global Change Biology, 24(8), 3285–3301. https://doi.org/10.1111/gcb.14054
Lal, R. (2020). Soil organic matter and water retention. Agronomy Journal, 112(5), 3265–3277. https://doi.org/10.1002/agj2.20282
Lehmann, J., Bossio, D. A., Kögel-Knabner, I., & Rillig, M. C. (2020). The concept and future prospects of soil health. Nature Reviews Earth & Environment, 1, 544–553. https://www.nature.com/articles/s43017-020-0080-8
Machfiroh, N., Suryani, E., & Kurnia, U. (2014). Penentuan indeks kualitas tanah pada lahan pertanian menggunakan principal component analysis (PCA). Jurnal Sains Tanah dan Lingkungan, 16(2), 80–89. https://surl.li/gpyzeu
Maulana, H., Hermita, N., Fatmawaty, A. A., & Firnia, D. (2024). Analisis erodibilitas tanah untuk budidaya talas beneng berkelanjutan berdasarkan elevasi. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 9(6), 533–546. https://doi.org/10.37149/jimdp.v9i6.1536
Maulana, H., Hermita, N., Fatmawaty, A. A., & Firnia, D. (2024). Analisa dan pemetaan nilai C-organik, bahan organik, dan tekstur tanah di lahan tumbuh talas beneng (Xanthosoma undipes) berdasarkan ketinggian. Agrium, 27(2), 166–177. https://doi.org/10.30596/agrium.v27i2.2126
Safira, D. A., & Rusdiana, O. (2025). Variasi tekstur tanah dan bahan organik berdasarkan kerapatan tajuk: Studi kasus pada Hutan Kota Muhammad Sabki, Kota Jambi. Jurnal Silva Tropika, 9(1), 32–41. https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44117
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AgriPeat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








