EFEKTIVITAS KOMBINASI ATRAKTAN TERHADAP POPULASI LALAT BUAH JANTAN DAN BETINA PADA TANAMAN CABAI RAWIT
THE EFFECT OF GIVING BIOCHAR FROM OIL PALM FRONDS ON THE CHEMICAL PROPERTIES OF INTERNAL PEAT SOIL
DOI:
https://doi.org/10.36873/agp.v27i2.27766Keywords:
Cayenne pepper, attractant combinations, fruit flyAbstract
ABSTRACT
Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is an important commodity susceptible to fruit fly infestation. Control using methyl eugenol (ME) is generally effective only at attracting male flies. This study aims to determine the types and numbers of male and female fruit flies trapped using various attractant combinations, as well as their species diversity levels. The study was conducted on four farmers' plots growing Cayenne pepper using Steiner traps with four attractant treatments: ME, ME + processed cocoa waste (PCW), pineapple extract (PE)+ PCW, and jackfruit extract (JP) + OLK. The results of the study showed that there were 5,769 fruit flies consisting of 5,562 males and 207 females, with the species Bactrocera dorsalis, B. carambolae, B. umbrosa, and B. cucurbitae. The ME + PCW combination yielded the highest catch. The diversity index (H’) ranged from 0.78 to 1.07, falling into the low to moderate category. The combination of ME and PCW can be considered an environmentally friendly alternative for fruit fly control.
Keyword: Cayenne pepper, attractant combinations, fruit fly
ABSTRAK
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas penting yang rentan terhadap serangan lalat buah. Pengendalian menggunakan metil eugenol (ME) umumnya hanya efektif menarik lalat jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan jumlah lalat buah jantan dan betina yang terperangkap pada berbagai kombinasi atraktan serta tingkat keanekaragaman jenisnya. Penelitian dilakukan pada empat lahan petani cabai rawit menggunakan perangkap Steiner dengan empat perlakuan atraktan, yaitu ME, ME + olahan limbah kakao (OLK), ekstrak nanas + OLK, dan ekstrak nangka + OLK. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5.769 ekor lalat buah yang terdiri atas 5.562 jantan dan 207 betina, dengan jenis Bactrocera dorsalis, B. carambolae, B. umbrosa, dan B. cucurbitae. Kombinasi ME + OLK memberikan hasil tangkapan tertinggi. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar 0,78–1,07 dengan kategori rendah hingga sedang. Kombinasi ME + OLK dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan.
Kata kunci : Cabai Rawit, Kombinasi Atraktan, Lalat Buah.
Downloads
References
Algifani, F., A. D. Adelia., Herdinawati., L. Bangun, N. Purba, S. A. Rahmadani, dan Arsi. 2021. Efektivitas atraktan dalam mengendalikan lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Universitas Sriwijaya, Palembang.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. 2024. Produksi cabai besar, cabai rawit dan cabai merah Tahun 2023. Palangka Raya.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. 2025. Produksi cabai besar, cabai rawit dan cabai merah Tahun 2024. Palangka Raya.
Budiyani, N. K., dan Sukasana, I. W. 2020. Pengendalian serangan hama lalat buah pada intensitas kerusakan buah cabai rawit (Capsicum frutescens L) dengan bahan petrogenol. Agrica: Journal of Sustainable Dryland Agriculture, 13(1), 15-27. https://doi.org/10.37478/agr.v13i1.279
Dwintha S.A, Aji H.P., Haraki I.M., Syahputri M, Rahman, Puspitasari V. 2021. Botanical trap limbah daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) sebagai pengendalian lalat buah (Bactrocera spp.) pada tanaman cabai (Capsicum spp.). Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. 1 (1): 320–328.
Febrian, R., Supeno, B., Jihadi, A. 2026. Inventarisasi hama lalat buah (Diptera: tephritidae) pada dua spesies cabai di dataran tinggi Sembalun. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROKOMPLEK. 5 (1):10-19. DOI: https://doi.org/10.29303/xkhm7y47
Hasyim A., Lukman L., Setiawati W. 2020. Teknologi pengendalian lalat buah. IAARD Press. Jakarta.
Hasnain, M., Saeed, S., Naeem-Ullah, U., Ullah, S., & Zaka, S. M. 2023. Synergist response of the peach fruit fly, Bactrocera zonata (Saunders) to some ammonium based proteinaceous food bait attractants. BMC Zoology, 8, 17. https://doi.org/10.1186/s40850-023-00178-5
Indriyanti, D.R. 2011. Eksplorasi dan potensi senyawa olahan limbah sebagai atraktan lalat buah Bactrocera carambolae (Diptera: Tephritidae). Disertasi. UGM Yogyakarta.
Indriyanti, D. R., Subekti, N., & Latifah. 2012. Ketertarikan lalat buah Bactrocera pada ekstrak olahan limbah kakao berpengawet. Biosaintifika 4 (2): 83-88. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v4i2.2272
Juniawan. 2020. Dinamika populasi lalat buah pada tanaman hortikultura. Jurnal Agripeat, 21(2): 96-103
Komala, R. 2015. Keanekaragaman teripang pada ekosistem lamun dan terumbu karang di Pulai Bira Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(2).
Lloyd, A., dan Drew, R. A. I. 1997. Modification and testing of brewery waste yeast as a protein source for fruit fly bait. In A. J. Allwood & R. A. I. Drew (Eds.), Management of fruit flies in the Pacific (pp. 192–198). ACIAR.
Ludwig, J. A., dan Reynolds, J. F. (1988). Statistical ecology: A primer in methods and computing. New York: John Wiley dan Sons.
Magurran A.E. 1996. Ecological diversity and its measurement. Princeton University Press, New Jersey.
Mann, J. E., Eitam, A., & Landolt, P. J. (2004). State-dependent attractiveness of protein bait and host fruit odor to Bactrocera cucurbitae (Diptera: Tephritidae) females. Annals of the Entomological Society of America, 97(5), 1063–1068
Masriany, Afridha S., A., Devi, 2020. Diversitas senyawa volatil dari berbagai jenis tanaman dan potensinya sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Biologi di Era Pandemi Covid-19. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.
Melhanah, Kusumadati, W., Mulyani, R.B., Djaya, A.A., Rohman, R. N., Prida. 2026. Inovasi pengendalian lalat buah pada pengembangan agrowisata jambu kristal di lahan gambut. JIPI. 20 (1): 26-33. https://doi.org/10.31186/jipi.28.1.50-57
Muryati, Hasyim, A., Riska, 2008. Preferensi spesies lalat buah terhadap atraktan methyl eugenol dan cue-lure dan populasinya di Sumatera Barat dan Riau. Jurnal Hortikultura. 18 (2) : 227-233. https://doi.org/10.21082/jhort.v18n2.2008.p%p
Oktaviani E., Rostini N., Karuniawan A. (2019). Penampilan fenotipik karakter hasil pada lima genotipe cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Sukamantri, Ciamis. Phenotypic Appearance The Yield Character of Five Genotypes of Cayenne Pepper at Sukamantri, Ciamis
Plant Health Australia. 2018. The Australian handbook for the identification of fruit flies (Version 3.1). Plant Health Australia. Canberra.
Raihandito, J dan Gazali, A. 2025. Identifikasi keragaman serangga hama pada fase generatif tanaman cabai hiyung (Capsicum frutescens L.) dengan aplikasi poc plus. PIPER, 21(2): 165-177. https://doi.org/10.51826/piper.v21i2.1704
Riwu, M. B. R., Nenotek, P. S., Kadja, D. H., dan Ludji, R. 2024. Identification of fruit flies on bitter melon plants (Momordica charantia l.) In tunas muda buraen farming group buraen village, south amarasi subdistrict, kupang district. Wana Lestari, 6(01), 098-110. https://doi.org/10.35508/wanalestari.v6i01.17200
Saputra, H. M., Nanda, T. D., Apriyadi, R., Henri, H., dan Setiawan, F. 2023. Keanekaragaman hama lalat buah pada tanaman sayuran buah Di Kabupaten Bangka dan kunci identifikasinya. Jurnal Agrotek Tropika, 11(4), 705-716. https://doi.org/10.23960/jat.v11i4.6480
Suputa, Cahyaniati, Kustaryati, A., Railan, M., Issusilaningtyas, U.H., & Mardiasih, W.P. 2006. Pedoman identifikasi hama lalat buah hama (Diptera: Tephritidae). Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura.49p.
Suputa, P. H., dan Siwi, S.S. 2006. Taksonomi dan bioekologi lalat buah penting Bactrocera spp. di Indonesia Diptera : Tephritidae. Bogor : BB-Biogen.
Taufika, R. 2020. Perbedaan strain dan umur betina terhadap jumlah keturunan lalat buah (Drosophila melanogaster Meigen). Jurnal tambora, 4(1), https://doi.org/10.36761/jt.v4i1.573
Wahyunita. 2019. Respons serangga terhadap senyawa-senyawa volatil yang bersumber dari buah nenas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan nangka (Artocarpus heterophyllus L.) di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Repositori USU. 1 (1): 114-121. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15685
Xiumei Z., Shen Y., Prinyawiwatkul W., dan Zhimin X. 2012. Volatile compounds in fresh-cut pineapple heated at differet temperatures. Journal of Food Processing and Prevervation. ISSN 1745-4549. doi:10.1111/jfpp.12009
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AgriPeat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








