Praktik Agoforestri Pada Areal Perhutanan Sosial Wanagiri Di Kabupaten Sumbawa:Dari Perspektif Ontologi
Agroforestry Practices in the Wanagiri Social Forestry Area in Sumbawa Regency: From an Ontological Perspective
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.22093Kata Kunci:
Agroforestri, Ontologi, Perhutanan Sosial, Wanagiri SumbawaAbstrak
Agroforestri sebagai sistem pemanfaatan lahan berkelanjutan tidak hanya merepresentasikan praktik ekologis, tetapi juga mencerminkan pandangan dunia dan nilai-nilai masyarakat lokal. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik agroforestri di areal perhutanan sosial/HKm Wanagiri Kabupaten Sumbawa dari perspektif ontologi, dengan menelaah cara pandang masyarakat terhadap hubungan antara manusia, tumbuhan, dan lingkungan. Metode kualitatif digunakan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap para petani dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik agroforestri di areal perhutanan sosial/HKm Wanagiri Kabuoaten Sumbawa berakar pada sistem pengetahuan lokal masyarakat Bali yang turun temurun dari daerah asal mereka. Etnis Bali di areal perhutanan social/HKm Wanagiri adalah pendatang dari karang asem tahun 1985 melalui program transmigran. Dalam pengelolaan hutan di areal perhutanan social/HKm Wanagiri, masyarakat Bali menekankan keharmonisan antara manusia dan alam. Pandangan ontologis masyarakat setempat mencerminkan relasionalitas yang kuat, di mana pohon dan lahan tidak hanya dilihat sebagai sumber daya, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sosial dan spiritual. Temuan ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan kerangka ontologis dalam pengembangan kebijakan agroforestri yang berkelanjutan dan kontekstual.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yadi Hartono, Muhammad Sarjan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













