Analisis Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Bengkalis Tahun 2019 Dan 2023

Analysis of Forest and Land Fire Vulnerability Levels in Bengkalis Regency in 2019 and 2023

Penulis

  • Teguh Bakara IPB University
  • Bambang Hero Saharjo Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor
  • Ati Dwi Nurhayati Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.22660

Kata Kunci:

kebakaran, hutan dan lahan, tutupan lahan, curah hujan, gambut, kerawanan

Abstrak

Kebakaran hutan dan lahan setiap tahun terjadi di Kabupaten Bengkalis yang ditandai dengan titik panas (hotspot) dan areal terbakar (burned area). Salah satu upaya untuk kejadian ini adalah dengan memetakan kawasan yang rawan terhadap kebakaran. Metode untuk memetakan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan adalah skoring berdasarkan Perka BNPB No 2 Tahun 2012 dengan tiga indikator yaitu curah hujan, jenis tanah, dan tutupan lahan. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah titik panas pada 2019 dan 2023 di Kabupaten Bengkalis adalah 1703 titik dan tahun 2019 memiliki titik panas terbanyak yaitu 1060 titik. Luas areal terbakar pada tahun 2019 tercatat sebesar 13.496,49 hektar, lebih luas dibandingkan tahun 2023. Mayoritas wilayah Kabupaten Bengkalis termasuk dalam kategori kerawanan tinggi, yaitu 53,09% pada tahun 2019 dan 54,98% pada tahun 2023

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v20i2.22660 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.22660
Lihat: 50 | ##article.downloads##: 29

Unduhan

Diterbitkan

27-12-2025