Respon Pertumbuhan Stek Kayu Putih (Melaleuca cajuputi L.) Terhadap Perlakuan Hormon Dan Media Tanam Yang Berbeda
Response of Cajuput (Melaleuca cajuputi L.) Stem Cuttings to the Application of Different Hormones and Planting Media
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23070Kata Kunci:
kayu putih, stek, zat pengatur tumbuh, media tanam, vegetatifAbstrak
Kayu putih (Melaleuca cajuputi L.) merupakan tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) yang bernilai ekonomis dan ekologis tinggi, namun perbanyakan melalui biji sering menghadapi kendala viabilitas dan keseragaman bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dan sintetis serta kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan stek kayu putih. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan, Universitas Timor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis ZPT (Rootone F, ekstrak bawang merah 15 mL/L, dan ekstrak lidah buaya 15 mL/L) serta komposisi media tanam (tanah:arang sekam, tanah:pupuk kandang sapi, dan tanah:arang sekam:pupuk kandang sapi), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kecepatan bertunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, dan tingkat kematian stek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara ZPT dan media tanam terhadap kecepatan bertunas pada 10 MST, dengan kombinasi ekstrak bawang merah pada media tanah:arang sekam memberikan hasil terbaik. Secara tunggal, ekstrak lidah buaya menghasilkan pertumbuhan optimal pada parameter panjang tunas, jumlah daun, dan panjang akar, sekaligus menekan tingkat kematian stek dibandingkan perlakuan lain. Media tanah:arang sekam juga terbukti lebih mendukung pertumbuhan awal stek karena porositas dan aerasi yang baik. Dengan demikian, penggunaan ekstrak lidah buaya dan media tanah:arang sekam direkomendasikan sebagai kombinasi efektif dalam perbanyakan vegetatif kayu putih.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Magdalena Sunarty Pareira, Maximus Ceunfin, Kristina Irnasari Naikofi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













