Analisis Spasial Hubungan Sebaran Hotspot, Perubahan Stok Karbon, dan Karakteristik Lahan (Kawasan Hutan dan Ketebalan Gambut) di KHG Kahayan Sebangau, Kalimantan Tengah Tahun 2018-2022

Spatial Analysis of Hotspots, Carbon Stock Changes and Land Properties in Peatland Hydrology Unitary (KHG) Kahayan-Sebangau, Central Kalimantan in 2018 – 2022

Penulis

  • Krisologus Genesa Ruby Atmaja Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Jalan A. Yani km. 4,5, Kalimantan Selatan, 70235
  • Basuki Rahman Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Jalan A. Yani km. 4,5, Kalimantan Selatan, 70235
  • Lenalda Febriany Santosa Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Jalan A. Yani km. 4,5, Kalimantan Selatan, 70235
  • Rizqi I’anatus Sholihah Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Jalan A. Yani km. 4,5, Kalimantan Selatan, 70235
  • Verlina Intan Wulandari Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Jalan A. Yani km. 4,5, Kalimantan Selatan, 70235

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23073

Kata Kunci:

Hutan Rawa Gambut, Rawa Gambut Tropika, kebakaran hutan, lahan gambut, NDVI, kepadatan vegetasi, hutan lindung, lahan gambut sungai buluh, geographic information systems

Abstrak

Kebakaran lahan gambut telah menjadi sebuah perbincangan jangka panjang dalam memerangi efek gas rumah kaca, terutama di Indonesia yang memiliki gambut tropika terbesar di dunia. Namun kebakaran lahan gambut memiliki sebuah kompleksitas tersendiri yang salah satunya titik panas (hotspot) tidak selalu mencerminkan besarnya emisi karbon. Penelitian ini dilakukan pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Kahayan-Sebangau dengan mengintegrasikan beberapa data spasial sebaran hotspot MODIS tahun 2019 – 2022, data ketebalan gambut, data status Kawasan hutan, data tutupan lahan tahun 2018 dan 2022 dengan nilai kandungan karbon berdasarkan pedoman nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015. Emisi karbon diestimasi dari perubahan tutupan lahan dan cadangan karbon per hektar. Hasil menunjukkan Hutan Produksi (HP) menyumbang > 40% total hotspot dan >80% emisi karbon, Hutan Produksi Konversi (HPK) memiliki kepadatan hotspot tertinggi yaitu 1,08 hotspot/km2 dan emisi karbon tertinggi berada pada kelas ketebalan gambut dalam. Penelitian ini menghasilkan bahwa status Kawasan hutan dan ketebalan gambut sangat menentukan besarnya emisi karbon dari suatu kebakaran yang diindikasikan dengan sebaran hotspot.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v20i2.23073 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23073
Lihat: 68 | ##article.downloads##: 34

Unduhan

Diterbitkan

27-12-2025