Dinamika Kebijakan REDD+ Di Kalimantan Tengah: Dari Implementasi Awal (2007–2012) Hingga Reaktivasi Tahun 2025
REDD+ Policy Dynamics in Central Kalimantan: From Initial Implementation (2007–2012) to Reactivation in 2025
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23194Kata Kunci:
Emisi Karbon, Implementasi Program, Kalimantan Tengah, Kebijakan Kehutanan, REDD+Abstrak
Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) merupakan salah satu upaya global untuk menurunkan emisi karbon dari sektor kehutanan. Kalimantan Tengah menjadi provinsi percontohan pelaksanaan REDD+ di Indonesia sejak tahun 2007 melalui berbagai inisiatif pemerintah dan lembaga internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika implementasi awal REDD+ di Kalimantan Tengah pada tahun 2007, mencakup kebijakan, aktor pelaksana, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2007-2012 merupakan fase kesiapan REDD+, tahun 2013-2014 merupakan fase implementasi REDD+, tahun 2016-sekarang merupakan fase pembasaran berbasis hasil. Namun, keterbatasan koordinasi antar lembaga, kapasitas teknis, serta sinkronisasi kebijakan pusat-daerah menjadi kendala utama. Implementasi awal ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan REDD+ di tahun-tahun berikutnya.
KATA KUNCI : Emisi Karbon, Implementasi Program, Kalimantan Tengah, Kebijakan Kehutanan, REDD+
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Renhart Jemi, Solichin Manuri, Afentina Afentina, Luluk Tri Harinie, Indra Perdana, Rifqi Anshari, Yoyo Yoyo, Tri Minarni, Yanedi Jagau, Lyra Asaria Uthan, Raden Mas Sukarna, Wahyudi Wahyudi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













