Kontribusi Usaha Madu Kelulut Terhadap Pendapatan Anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Bahu Palawa

The Contribution of Kelulut Honey Business to the Income of Members of Social Forestry Business Groups in Bahu Palawa Village

Penulis

  • Cakra Birawa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya
  • Nursiah Nursiah Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya
  • Agung Wibowo Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya
  • Penyang Penyang Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya
  • Mega Plena Zega Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23645

Kata Kunci:

Madu kelulut, Pehutanan sosial, Desa Bahu Palawa

Abstrak

Besarnya kontribusi usaha madu kelulut terhadap pendapatan rumah tangga atau keluarga petani mampu membantu pendapatan keluarga. Desa Bahu Palawa telah membentuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)  yang mengusahakan madu kelulut, namun hingga saat ini belum diketahui secara jelas kontribusi usaha madu kelulut tersebut terhadap pendapatan kelompok peternak di Desa Bahu Palawa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar kontribusi pembudidayaan madu kelulut terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Bahu Palawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pendapatan dari usaha madu kelulut dan menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh KUPS madu kelulut di Desa Bahu Palawa. Metode yang digunakan yaitu sensus terhadap anggota KUPS sebanyak 17 responden dimana penerimaan dan pendapatannya akan di analisis. Hasil yang didapat dari penelitian yang dilakukan yaitu pendapatan anggota dalam KUPS dengan rata-rata Rp. Rp.1.088.259/KK/tahun dengan jumlah anggota 17 orang. Pendapatan anggota di luar KUPS madu kelulut dengan rata-rata Rp.61.294.118/KK/tahun. Kontribusi pendapatan dalam KUPS dari 17 anggota kelompok kontribusi sebesar 1,74% termasuk kategori sangat kurang. Permasalahan yang dihadapi meliputi faktor cuaca yang tidak menentu seperti curah hujan tinggi yang menurunkan aktivitas lebah, kendala dalam pemasaran akibat kurangnya jangkauan pasar dan strategi promosi yang efektif, serta manajemen usaha yang masih sederhana dengan keterbatasan perencanaan produksi, sumber daya manusia, bahan baku, dan modal usaha

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v20i2.23645 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23645
Lihat: 54 | ##article.downloads##: 29

Unduhan

Diterbitkan

27-12-2025