Stagnasi Skema Hutan Tanaman Rakyat di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
Stagnation of Community Plantation Forest in Barru Regency, South Sulawesi
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23973Kata Kunci:
Perhutanan Sosial, HTRAbstrak
Hutan Tanaman Rakyat (HTR) ditetapkan sebagai alat untuk memperluas akses kelola masyarakat, mendukung rehabilitasi hutan, dan meningkatkan kesejahteraan. Akan tetapi, pelaksanaannya di Kabupaten Barru sebagai wilayah dengan alokasi izin HTR terbanyak di Sulawesi Selatan, masih stagnan seperti diawal program. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam implementasi pengelolaan HTR dan minat masyarakat terhadap program HTR. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan pada tiap Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan metode key infomant sampling. Faktor yang berpengaruh dalam proses implementasi kebijakan dapat di kaji melalui 5 aspek yaitu aspek kebijakan, kelembagaan, pemangku kepentingan, sumber daya manusia, dan sumber daya hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya penguatan kapasitas dan kelembagaan masyarakat, peningkatan kolaborasi antar pihak, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memperbaiki kinerja dan keberlanjutan HTR di Kabupaten Barru.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Radhiatunnisa S. Samad, Sofyan Samad, Nusrah Rusadi, Andhira Trianingtyas, Bunga Resa Hartati, Rizki Auliansyah Putra, Dhymas Sulistyono Putro

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













