Sifat Balok Glulam Kayu Terentang (Campnosperma auriculatum (Blume) Hook.F.) Berdasarkan Jumlah Lamina

Properties of Glue laminated Timber Beams from Terentang Wood (Campnosperma auriculatum (Blume) Hook.F.) Based on the Number of Laminae

Penulis

  • Hizkia Ireni Sirait Alumni Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Eva oktoberyani christy Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Lies Indrayanti Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Chartina Pidjath Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Penyang Penyang Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Desy Natalia Koroh Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23991

Kata Kunci:

Glulam, kayu terentang, sifat fisika dan mekanika, lamina, lapisan

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah lamina terhadap sifat fisika dan mekanika balok glulam kayu terentang. Tiga jenis balok glulam dibuat dengan jumlah lamina 3, 4, dan 5, kemudian direkatkan menggunakan perekat PVAc (polyvinyl acetate) dengan berat labur 200 g/m2, lalu divakum menggunakan metode vaccum bagging dan dibiarkan dalam tas vakum selama 24 jam. Sebagai pembanding, balok utuh dengan penampang yang sama                 (50 mm x 50 mm) juga disiapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lamina memberikan pengaruh yang sangat nyata pada kadar air dan berat jenis, serta pengaruh yang nyata pada Modulus of Elasticity (MoE) dan Modulus of Rupture (MoR). Uji Tukey mengonfirmasi bahwa MoE dan MoR dari balok glulam 3-lapis tidak berbeda secara nyata dari balok utuh. Hal ini menunjukkan bahwa balok glulam 3-lapis memiliki kinerja mekanik yang setara dengan balok utuh dan relatif lebih baik daripada balok glulam 4- dan 5-lapis. Penambahan jumlah lamina cenderung menurunkan nilai MoE dan MoR balok glulam. Berdasarkan klasifikasi kekuatan kayu Indonesia, balok kayu utuh termasuk dalam kelas kuat III, begitu pula balok glulam 3-lapis dan 5-lapis. Balok glulam 4-lapis diklasifikasikan sebagai kelas kuat IV. Semua balok glulam menunjukkan tidak ada peningkatan kelas dibandingkan dengan balok utuh.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v20i2.23991 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23991
Lihat: 61 | ##article.downloads##: 32

Unduhan

Diterbitkan

27-12-2025