Pemantauan Dinamika Land Surface Temperature dan Indeks Spektral (NDVI) Menggunakan Landsat ETM+ dan OLI/TIRS di Lanskap Jember Selatan

Monitoring Land Surface Temperature and Spectral Indices (NDVI) Dynamics Using Landsat ETM+ and OLI/TIRS in the Southern Jember Landscape

Penulis

  • Rizqi I'anatus Sholihah Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin https://orcid.org/0000-0002-5029-8234
  • Rizki Auliansyah Putra Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Lenalda Febriany Santosa Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Krisologus Genesa Ruby Atmadja Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Verlina Intan Wulandari Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Basuki Rahman Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Muflihatul Maghfiroh Islami Yayasan Konservasi Khatuliswa
  • Monica Kusneti Yayasan Konservasi Khatuliswa

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.24103

Kata Kunci:

Land surface temperature, NDVI, Landsat, perubahan tutupan lahan, urban heat island, Lansekap, Jember Selatan

Abstrak

Transformasi lanskap akibat urbanisasi yang cepat merupakan faktor utama perubahan iklim mikro di wilayah peri-urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasio-temporal suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) serta hubungannya dengan kerapatan vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index/NDVI) di lanskap Jember Selatan. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS periode 2001, 2013, dan 2025, untuk mengevaluasi pola termal wilayah dan variabilitas indeks vegetasi akibat perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya transisi lanskap yang fundamental, di mana dominasi sawah menyusut drastis dari 66,4 ribu ha (2001) menjadi 13,8 ribu ha (2025), digantikan oleh ekspansi pemukiman yang mencapai 82,9 ribu ha. Perubahan ini memicu pembentukan fenomena surface urban heat island (SUHI) yang signifikan. Area pemukiman tercatat memiliki LST maksimum ekstrem mencapai 38,1°C pada tahun 2025, meningkat tajam dibandingkan periode awal studi. Analisis spektral mengonfirmasi bahwa peningkatan LST memiliki korelasi negatif dengan NDVI. Hal ini membuktikan bahwa hilangnya biomassa vegetasi dan peningkatan permukaan kedap air (impervious surface) akibat urbanisasi tak terkendali adalah pemicu utama pemanasan lingkungan di Jember Selatan. Hasil penelitian ini menekankan urgensi strategi tata ruang berbasis mitigasi iklim untuk keberlanjutan wilayah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v20i2.24103 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.24103
Lihat: 86 | ##article.downloads##: 44

Unduhan

Diterbitkan

27-12-2025