Integrating Local Wisdom into Natural Resource Management: A Case Study of Sabah, Malaysia
Mengintegrasikan Kearifan Lokal ke dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: Studi Kasus Sabah, Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.24668Kata Kunci:
Pengelolaan Sumber Daya Alam, Kearifan Lokal, Pengetahuan Adat, Pengelolaan Hutan Lestari, Sabah, Konservasi Berbasis KomunitasAbstrak
Pengelolaan sumber daya alam semakin diakui sebagai komponen kritis dalam pembangunan berkelanjutan, terutama ketika didasarkan pada kearifan lokal. Makalah ini mengeksplorasi integrasi sistem pengetahuan masyarakat adat di Sabah, Malaysia, dengan fokus pada bagaimana praktik tradisional berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan yang efektif. Berdasarkan pengamatan lapangan dan praktik yang terdokumentasi termasuk sistem ‘Tagal’ pada masyarakat Kadazan-Dusun, pariwisata bakau berbasis komunitas, serta pengetahuan etnobotani kajian ini menyoroti pentingnya kearifan lokal dalam memupuk keseimbangan dan kelestarian ekologi. Kearifan lokal mencakup berbagai praktik dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun, dengan menekankan keharmonisan dengan alam serta pengelolaan sumber daya komunal. Temuan studi menunjukkan bahwa menggabungkan pendekatan tradisional ini ke dalam kerangka kerja Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management atau SFM) yang formal dapat meningkatkan konservasi biodiversitas, mempromosikan ketahanan masyarakat, serta menjamin manfaat yang adil. Kajian ini mendukung kebijakan yang secara resmi mengakui dan memberdayakan komunitas lokal, guna memastikan bahwa pengetahuan dan aspirasi mereka menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam di Sabah, Malaysia, maupun konteks regional serupa lainnya.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Andy Russel Mojiol

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














