Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kecamatan Bengkalis
Community Participation-Based Forest and Land Fire Control Strategy in Bengkalis District
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25249Kata Kunci:
Kebakaran hutan, Partisipasi masyarakat, Strategi pengendalian, Analisis SWOT, Lahan GambutAbstrak
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan permasalahan ekologis yang berulang di Kecamatan Bengkalis, Provinsi Riau. Data BPBD Kabupaten Bengkalis mencatat 31 kejadian karhutla selama 2021-2025 dengan total luasan terbakar 174,75 hektar. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengevaluasi upaya pengendalian karhutla berbasis partisipasi masyarakat; (2) Merumuskan strategi pengendalian karhutla berbasis masyarakat di Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 6 informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan kerangka SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian karhutla berada pada fase transisi dari pengendalian reaktif menuju pengendalian partisipatif yang terencana. Empat strategi utama dirumuskan: (1) Penguatan kapasitas kelembagaan komunitas yang inklusif; (2) Pengembangan sistem komunikasi dan informasi berbasis teknologi; (3) Peningkatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur; dan (4) Revitalisasi kearifan lokal. Strategi ini dipetakan ke dalam matriks SWOT dengan tiga dimensi operasional: pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca kebakaran. Temuan penelitian berkontribusi pada pengembangan model pengendalian bencana berbasis masyarakat di wilayah gambut tropis.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Erzan Syah, Juandi Muhammad, Arifudin, Kemal, Hafidawati, Romie Jhonnerie

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














