Perbandingan Simpanan Karbon, Serapan Karbon Dioksida dan Produksi Oksigen pada Hutan Konservasi dan Hutan Produksi di Kota Palangka Raya

Comparison of Carbon Stock, Carbon Dioxide Sequestration, and Oxygen Production in Conservation Forests and Production Forests in Palangka Raya City

Penulis

  • Ajun Junaedi Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Raden Mas Sukarna Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Penyang Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Nuwa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Moh Rizal Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Hari Paskah Saputra Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25518

Kata Kunci:

Struktur vegetasi hutan; simpanan karbon vegetasi; serapan karbon dioksida; produksi oksigen vegetasi; mitigasi perubahan iklim

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan komposisi jenis, kerapatan tegakan, indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wiener, estimasi simpanan biomasa, simpanan karbon, serapan CO2 dan produksi O2 vegetasi pada hutan konservasi dan hutan produksi di Kota Palangka Raya. Analisis meliputi komposisi jenis, kerapatan tegakan, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, serta estimasi simpanan biomasa, simpanan karbon, serapan CO₂ dan produksi oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis vegetasi yang ditemukan lebih tinggi pada tutupan vegetasi rapat dibandingkan vegetasi jarang, dengan indeks keanekaragaman termasuk kategori rendah hingga sedang. Kerapatan tegakan  didominasi oleh tingkat pancang yang menunjukkan pola regenerasi normal. Potensi simpnan biomasa dan karbon vegetasi di hutan konservasi lebih tinggi (538,321 ton/ha dan 253,011 tonC/ha) dibandingkan hutan produksi (427,786 ton/ha dan 201,059 tonC/ha). Serapan CO₂ juga lebih besar pada hutan konservasi (928,551 tonCO2/ha) dibandingkan hutan produksi (737,888 tonCO2/ha). Produksi O2 menunjukkan pola serupa, dengan nilai lebih tinggi pada hutan konservasi (675,539 tonO2/ha) dibandingkan hutan produksi (536,828 tonO2/ha). Vegetasi rapat dan tingkat pohon memberikan kontribusi terbesar terhadap seluruh parameter. Hasil ini menegaskan bahwa struktur vegetasi dan kerapatan tegakan sangat berpengaruh terhadap fungsi ekosistem hutan dalam mitigasi perubahan iklim.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v21i1.25518 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25518
Lihat: 8 | ##article.downloads##: 3

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026