Identifikasi Serangan Hama dan Penyakit Pada Anakan Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) di Areal Persemaian BPDAS-HL Kahayan

Identification Of Damaged Caused By Pests and Diseases On Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq..) Seedlings in the Nursery Area of BPDAS-HL Kahayan

Penulis

  • Eritha Kristiana Firdara Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya
  • Reni Rahmawati Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya
  • Ajun Junaedi Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya
  • Penyang Penyang Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya
  • Rosdiana Rosdiana Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya
  • Iva Novic Purba Alumnus Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangkaraya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25519

Kata Kunci:

Meranti tembaga, Shorea leprosula, Hama dan penyakit, Kerusakan bibit, Persemaian

Abstrak

Meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) merupakan salah satu jenis pohon cepat tumbuh yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta berperan penting dalam reboisasi dan pembangunan hutan tanaman industri. Namun, keberhasilan pembibitan sering terkendala oleh serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang anakan meranti tembaga serta menganalisis frekuensi, intensitas, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan di Persemaian Permanen BPDAS-HL Kahayan, Kalimantan Tengah, menggunakan 600 anakan berumur ±4 bulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis hama utama, yaitu belalang kayu (Valanga nigricornis), keong semak (Bradybaena similaris), dan sumpil (Subulina octona), serta tiga jenis penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Pestalotia sp., Colletotrichum sp., dan Curvularia sp.. Frekuensi serangan hama tercatat 13,32% dengan intensitas 2,76%, sedangkan penyakit mencapai 30% dengan intensitas 6,67%. Secara umum, tingkat kerusakan tergolong ringan. Pencegahan dapat dilakukan dengan pengaturan kelembapan, penyiangan gulma, serta pengaturan kerapatan tanaman di persemaian.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v21i1.25519 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25519
Lihat: 9 | ##article.downloads##: 14

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026