Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Agroforestri Pada Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sabedo, Kabupaten Sumbawa
Socio-Economic Characteristics of Agroforestry Farmers in the Community Forest Area (HKm) Sabedo, Sumbawa Regency
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25521Kata Kunci:
Agroforestri, HKm Sabedo, Sosial ekonomiAbstrak
Karakteristik sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan merupakan variabel yang perlu diperhitungkan dalam merumuskan tujuan pengelolaan hutan. HKm Sabedo adalah 1 dari 9 HKm di Sumbawa yang dikelola dengan sistem agroforestri. Tujuan Penelitian: 1). mendeskripsikan praktik agroforestri di HKm Sabedo; 2). Mengidentifikasi karateristik sosial ekonomi petani pengelola; dan 3). Estimasi pendapatan petani setara beras. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Karateristik sosial yang diukur: umur, anggota keluarga, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan lama tinggal. Karateristik ekonomi: luas lahan milik, luas lahan garapan HKm dan pendapatan petani dari lahan HKm. Hasil penelitian menunjukkan pola agroforestri yang diterapkan adalah kombinasi tanaman MPTs, tanaman perkebunan dan tanaman semusim. Ada 22 jenis yang dibudidayakan dan hanya 8 yang diperjual belikan. Usia petani rata-rata 34 tahun, tanggungan keluarga 2 orang dan berpendidikan tamat SMP-SMA. Kesehatan masuk kategori baik dan 88,58 % petani telah tergabung >31 tahun dengan komunitasnya. Rata-rata luas lahan HKm 1,3 Ha dan luas lahan milik >0,5 Ha, sehingga masuk kategori petani sedang. Pendapatan rata-rata dari lahan HKm Rp. 15.643.974/tahun atau setara beras 1.141 kg (asumsi harga rata-rata beras Rp. 13.716). Dengan rata-rata anggota keluarga 2 orang, maka pendapatan setara beras tersebut termasuk dalam keriteria tidak miskin.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yadi Hartono, Wayan Wangiyana, Wahyudi Hadiatma Taqwa, Alia Wartiningsih, & Muhammad Aries Zuhri Angkasa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














