Kualitas Madu Kelulut (Heterotrigona itama) Di Kota Palangka Raya

The Quality of Stingless Honey Bee (Heterotrigona itama) in Palangka Raya City

Penulis

  • Muhammad D. Kesuma Mahasiswa Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Yetrie Ludang Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Gimson Luhan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, Kampus Tunjung Nyaho Jalan Yos Sudarso Kotak Pos 2/ PLKUP Palangka Raya (73111A) Kalimantan Tengah
  • Alpian Alpian Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Herry Palangka Jaya Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Nuwa Nuwa Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Yusintha Tanduh Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Yosefin Ari Silvianingsih Jurusan/Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25998

Kata Kunci:

Kualitas madu kelulut, SNI 8664:2018, Uni organoleptik

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kualitas madu kelulut (Heterotrigona itama) dari tiga lokasi budidaya di Kota Palangka Raya, yaitu Kelampangan (M1), Jalan Hiu Putih (M2), dan Jalan Beliang (M3). Ketiga lokasi tersebut memiliki kesamaan vegetasi pakan yang didominasi oleh kaliandra merah, santos lemon, dan bidara. Parameter kualitas yang diuji meliputi analisis laboratorium (kadar air, gula pereduksi, dan keasaman) serta uji organoleptik (rasa, aroma, warna, dan kekentalan) dengan merujuk pada SNI 8664:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lokasi budidaya berpengaruh nyata terhadap kadar air dan keasaman, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula pereduksi. Berdasarkan SNI 8664:2018, seluruh sampel memenuhi standar kadar air (≤ 27,5%). Namun, pada parameter keasaman, hanya lokasi M2 dan M3 yang memenuhi standar, sementara lokasi M1 melebihi ambang batas. Adapun kadar gula pereduksi pada ketiga lokasi belum memenuhi batas minimal standar 55%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa madu M2 unggul pada aspek aroma dan rasa, madu M1 pada aspek warna, dan madu M3 pada aspek kekentalan. Madu kelulut dari ketiga lokasi budidaya memiliki tingkat penerimaan konsumen yang baik dengan kategori minimal cukup suka.

Kata Kunci: kualitas madu kelulut, SNI 8664:2018, uji organoleptik

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v21i1.25998 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.25998
Lihat: 3 | ##article.downloads##: 3

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026