Model Agroforestry Berbasis Jelutung Rawa (Dyera polyphylla Miq) di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya

Agroforestry Model Based on Swamp Jelutung (Dyera polyphylla Miq) in Katingan Regency and Palangka Raya City

Penulis

  • Johanna Maria Rotinsulu
  • Raden Mas Sukarna Jurusan/Program Srudi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Nuwa Nuwa Jurusan/Program Srudi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Nursiah Nursiah Jurusan/Program Srudi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Sampang Sampang Jurusan/Program Srudi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.26006

Kata Kunci:

Jelutung rawa, Economic feasibility, Agroforestri, Degradasi, Deforestasi, Kelayakan ekonomi

Abstrak

Penerapan kehutanan sosial semakin penting, terutama di ekosistem hutan rawa gambut yang terdegradasi dan mengalami deforestasi. Salah satu aspek fundamental agroforestri adalah menjaga kesuburan tanah. Kelayakan pengembangan agroforestri untuk merehabilitasi hutan dan lahan gambut yang terdegradasi didasarkan pada penelitian rawa jelutung untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan. Kebijakan dan implementasi sektor kehutanan akan terus diperkuat dan ditingkatkan sejalan dengan dampak perubahan iklim, seperti kegiatan RHLG jelutung berbasis agroforestri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan tanaman rawa jelutung komunitas berdasarkan kelas umur dan menilai kelayakan ekonomi tanaman jelutung berdasarkan pola agroforestri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan memilih dan menentukan tanaman jelutung berdasarkan kelas umur, dengan intensitas pengambilan sampel ±5% dari luas atau jumlah tanaman. Hasil pengukuran diameter, tinggi pohon, dan uji korelasi regresi disajikan dalam tabel dan grafik. Selanjutnya, dilakukan analisis untuk menguji peran kehutanan sosial dengan tanaman jelutung menggunakan Nilai Sekarang Bersih (NPV), Rasio Manfaat-Biaya (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR). Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman jelutung di Desa Hampangen dan Kecamatan Kalampangan bervariasi, dengan nilai diameter rata-rata 24,03 cm dan 18,71 cm, dan tinggi pohon rata-rata 14,57 m dan 11,54 m. Berdasarkan tiga kriteria yang digunakan (NPV, BCR, IRR), sistem agroforestri tumpang sari dengan jelutung sebagai tanaman utama dapat dikembangkan dan layak secara ekonomi karena menguntungkan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v21i1.26006 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.26006
Lihat: 5 | ##article.downloads##: 2

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026