Uji Mutu Pelet Kayu Durian (Durio zibethinus) dengan Perekat Tepung Tapioka

Quality Assessment of Durian Wood (Durio zibethinus) Pellets Using Tapioca Starch Binder

Penulis

  • Lies Indrayanti
  • Alpian Alpian Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya
  • Penyang Penyang Program Studi / Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Chartina Pidjath Jurusan/Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Wahyu Supriyati Jurusan/Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • William A Jurusan/Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Kehutanan Perikanan, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.26007

Kata Kunci:

Pelet kayu, Kayu durian, Mutu pelet, SNI, ITEBE

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menguji mutu pelet kayu dari serbuk kayu durian (Durio zibethinus) dengan perekat tepung tapioka. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan, Jurusan Kehutanan dan Laboratorium Terpadu Universitas Palangka Raya, serta Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru. Enam parameter mutu dianalisis dengan acuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8041:2014 dan hasilnya dibandingkan dengan standar Prancis (ITEBE). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: bagian kayu (batang, cabang, ranting) dan persentase perekat (7,5%, 10%, 12,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet kayu durian memenuhi SNI untuk kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, serta nilai kalor pada enam kombinasi perlakuan dengan nilai >4.000 kal g⁻¹. Namun, kerapatan, kadar karbon terikat, dan nilai kalor pada perekat 7,5% berada di bawah standar. Berdasarkan standar ITEBE, hanya parameter kerapatan yang tidak memenuhi persyaratan, sedangkan parameter lain sesuai standar dengan tujuh kombinasi perlakuan yang tidak memenuhi yaitu nilai kalor. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa faktor perekat tidak berpengaruh terhadap kadar air. Faktor bagian batang berpengaruh terhadap kerapatan, sedangkan interaksi antar faktor memengaruhi kadar abu dan nilai kalor. Selain itu, faktor bagian batang dan kadar perekat masing-masing berpengaruh terhadap kadar karbon terikat serta kadar zat mudah menguap. Kombinasi terbaik diperoleh pada bagian batang dengan perekat 10%. Penelitian lanjutan diperlukan untuk meningkatkan nilai kerapatan, salah satunya melalui teknik pengempaan panas.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.36873/jht.v21i1.26007 DOI URL: https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.26007
Lihat: 4 | ##article.downloads##: 6

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026