Sifat Fisis dan Mekanis Papan Lamina dari Limbah Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri) dan Kayu Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.)
Physical and Mechanical Properties of Laminated Wood from Ironwood (Eusideroxylon zwageri) and Red Meranti (Shorea leprosula Miq.) Waste
DOI:
https://doi.org/10.36873/jht.v21i1.26334Kata Kunci:
meranti merah, papan lamina, sifat fisis, sifat mekanis, ulinAbstrak
Industri perkayuan meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan bahan baku kayu. Perlunya inovasi pemanfaatan sumber daya kayu seperti metode penyambungan atau laminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis papan lamina yang dibuat dari kombinasi limbah kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) dan kayu meranti merah (Shorea leprosula Miq.). Papan lamina disusun dalam empat perlakuan kombinasi, yaitu MUM (Meranti-Ulin-Meranti), MMM (Meranti-Meranti-Meranti), UMU (Ulin-Meranti-Ulin), dan UUU (Ulin-Ulin-Ulin), menggunakan perekat PVAc dengan tekanan kempa 8-9 bar selama satu jam. Pengujian dilakukan terhadap kadar air, kerapatan, Modulus of Elasticity (MoE), dan Modulus of Rupture (MoR) mengacu pada standar ASTM D143-94. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air papan lamina berkisar antara 13,52–17,32% dan termasuk dalam rentang kadar air keseimbangan kayu tropis. Nilai kerapatan berkisar antara 0,54–0,94 g/cm³, dengan nilai tertinggi pada kayu ulin dan terendah pada kayu meranti merah. Nilai MoE berkisar antara 86.180–179.939 kgf/cm² dan seluruh variasi memenuhi standar JAS (2007). Nilai MoR berada pada kisaran 754–1.512 kgf/cm², juga sesuai dengan standar keteguhan patah JAS (≥300 kgf/cm²). Kombinasi limbah kayu ulin dan meranti merah menghasilkan papan lamina dengan performa baik dan berpotensi sebagai alternatif bahan konstruksi berkelanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Eva Nurmarini, Taman Alex, Salfinus, Risna Nona, Agung Nugrawan Kutana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














