Pemanfaatan Rumah Wedana Sebagai Media Edukasi Dalam Pembelajaran IPS Dikota Metro
Keywords:
Rumah Wedana, local wisdom, social studies learning, local history, character educationAbstract
This study aims to describe the utilization of Rumah Wedana as a learning medium in Social Studies (IPS) learning in Metro City. This research is motivated by the limited use of local-based learning resources in IPS learning, which often remains theoretical and focused on memorization. Using a descriptive qualitative approach, this study explores how historical values and local wisdom contained in Rumah Wedana can be integrated into IPS learning to make it more contextual and meaningful. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving IPS teachers, students, cultural experts, and residents around Rumah Wedana. The results show that Rumah Wedana has great potential as a learning medium that fosters students’ learning motivation, historical awareness, and character values. Local values such as mutual cooperation, deliberation, and simplicity reflected in Rumah Wedana can be integrated into IPS learning to strengthen cultural identity and appreciation of local heritage. Therefore, the utilization of Rumah Wedana as a learning medium not only enriches IPS learning resources but also contributes to character education and the preservation of local culture in Metro City. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data obtained from observations, interviews, and documentation were analyzed to identify the forms of utilization of Rumah Wedana as an IPS learning medium and its impact on students’ motivation, historical awareness, and character values. The results of the analysis indicate that the utilization of Rumah Wedana is able to create more contextual and meaningful IPS learning and strengthen students’ understanding of local history and culture The results of the analysis indicate that the utilization of Rumah Wedana is able to create more contextual and meaningful IPS learning and strengthen students’ understanding of local history and culture in education.
Downloads
References
Astiti, Ni Komang Ayu. (2018). Sumber Daya Arkeologi Kutai Kartanegara: Keragaman Budaya Sebagai Identitas Budaya Dan Daya Tarik Wisata. Naditira Widya, 12(1), 71–88.
Bismar, B., Ruslan, R., & Nasaruddin. (2025). Penerapan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Rasa Nasionalisme Peserta Didik di MIN Bima. Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 35–45. https://doi.org/10.71301/jp3m.v2i1.89.
Haliem, H. D., dkk. (2019). Metro Tempo Doeloe: Menelusuri Jejak Sejarah Pembentukan Kota Metro. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro.
Harirah, Z., Azwar, W., & Isril. (2021). Melacak Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Siak di Era Globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 70–81. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i1.26629.
Hasyim, M. (2021). Ketokohan Syekh Hasan Besari Ponorogo: Teladan Keberagamaan, Kebudayaan, Kebangsaan (Literature Review). ICONETOS, 2(1), 18–43. https://doi.org/10.18860/iconetos.v2i1.1519.
I Gde Pitana dan I Ketut Surya Diarta. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Andi Offset.
Ibrahimi, Raziska. (2025). Peran Media Ekosistem Lokal Berbasis Kearifan Lokal dalam Penguatan Pendidikan IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 1(2).
Kokom Komalasari. (2016). Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar Sejarah untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(1).
Maknun, Johar. “Pembelajaran Mitigasi Bencana Berorientasi Kearifan Lokal Pada Pelajaran Ipa Di Sekolah Menengah Kejuruan.” Atikan 5, No. 2 (2015). Https://Doi.Org/10.2121/Atikan-Journal.V5i2.741.
Nurhadi. (2003). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Universitas Negeri Malang Press.
Prabhawati, L. P. G., Atmadja, A. T., & Herawati, N. T. (2018). Pengelolaan Keuangan Upacara Ngaben dan Nyekah Massal Gratis Berdasarkan Nilai Kearifan Lokal Pasidhikaran. JIMAT, 9(1). https://doi.org/10.23887/jimat.v9i1.20454.
Prasetyo, H. (2020). Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar IPS. Jurnal Pustaka Pendidikan, 4(1), 21–29.
Rahmawati, F. (2023). Bangunan Bersejarah sebagai Media Pembelajaran IPS di SMP. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 7(3), 55–63.
Raziska Ibrahimi. (2025). Peran Media Ekosistem Lokal Berbasis Kearifan Lokal dalam Penguatan Pendidikan IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 1(2).
Sabu, O., Sunardi, S., & Joebagio, H. (2019). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kefamenanu dan Nasionalisme dalam Pembelajaran Sejarah. Historika, 19(2). https://doi.org/10.20961/historika.v19i2.29468.
Sari, D. P., & Andriani, D. (2021). Pemanfaatan Situs Sejarah Lokal sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 8(2), 101–112.
Soerjono Soekanto. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers.
Suastawa, I. K. P. (2020). Pengaruh Tri Guru, Persepsi Mengenai Tri Hita Karana, Nilai Budaya, dan Motivasi Terhadap Perilaku Berwawasan Lingkungan. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 11(2), 21–35.
Sukma Ayu Kharismawati. (2023). Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal “Manurih Gatah” melalui Teori Belajar Humanistik bagi Siswa Sekolah Dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 8(3).
Wahyudi, A., & Lestari, N. (2022). Penguatan Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Sejarah Lokal. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), 9(1), 30–44.
wawancara :
Bapak Sugiyanto (50 tahun, wawancara mengenai sejarah rumah wedana, 13 mei 2025)
Ibu sari Meilani (45 tahun, Wawancara Mengenai Pembelajaran Ips di sekolah,13 mei 2025)
Bapak Anwar Hadi (55 tahun, Masyarakat setempat kota metro 14 Oktober 2023).







