UJI ANGKA LEMPENG TOTAL SEBAGAI INDIKATOR MUTU UDANG WINDU (Penaeus monodon)
DOI:
https://doi.org/10.36873/jtf.v21i2.27640Keywords:
Total Plate Count, Total Plate Count Test, Fishery Product, Microbiological QualityAbstract
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas hasil perikanan yang rentan mengalami penurunan mutu karena kandungan air dan nutrisinya yang tinggi sehingga mendukung pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan media Plate Count Agar (PCA), kulturisasi bakteri, dan jumlah koloni bakteri pada udang windu sebagai indikator mutu. Pengujian dilakukan di Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Palangka Raya. Sampel udang windu sebanyak 25 g dihomogenisasi dengan 225 ml larutan BFP, kemudian dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10⁻⁵. Sampel ditanam pada media PCA menggunakan metode agar tuang (pour plate) dan diinkubasi pada suhu 35 ± 1°C selama 48 ± 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa seluruh jumlah koloni berada di bawah rentang koloni yang dapat dihitung, yaitu 25–250 koloni. Oleh karena itu, hasil uji Angka Lempeng Total (ALT) dikategorikan sebagai Too Few To Count (TFTC), sehingga nilai ALT secara kuantitatif tidak dapat ditentukan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel menghasilkan jumlah koloni mikroba yang relatif rendah
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







