PEMBERIAN PAKAN DENGAN TAMBAHAN CANGKANG TELUR PADA PERFORMA BENIH IKAN LELE (Clarias sp) YANG DIPELIHARA DALAM KOLAM TERPAL SISTEM RESIRKULASI
DOI:
https://doi.org/10.36873/jtf.v21i2.28222Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa Ikan Lele (Clarias sp) yang dipelihara dengan sistem resirkulasi di kolam terpal dengan penambahan cangkang telur pada pakan. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai budidaya sistem resrkulasi yaitu merupakan teknologi pemeliharaan ikan dengan sirkulasi air yang terus menerus melalui filter mekanik dan biologis sehingga kualitas air tetap terjaga. Keunggulan sistem ini antara lain efisiensi penggunaan air, pengendalian kualitas lingkungan budidaya. Selain itu pemanfaatan cangkang telur yang merupakan limbah sebagai campuran pakan ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A sebagai control 100% pakan komersial, Perlakuan B penambahan cangkang telur 2% dan Perlakuan C Penambahan cangkang telur 4%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan cangkang telur pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik berat (SGR) dan kelangsungan hidup (SR), namun berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan (FCR). Rata-rata pertumbuhan panjang mutlak tertinggi perlakuan C (3,06 cm), diikuti oleh perlakuan B (2,93 cm) dan yang terendah pada perlakuan A (2,63 cm). sedangkan rata-rata pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada perlakuan B sebesar 1,00 g, diikuti perlakuan A sebesar 0,94 g, dan terendah pada perlakuan C sebesar 0,85 g. Nilai rata-rata SGR berat tertinggi juga diperoleh pada perlakuan B sebesar 3,32%/hari, diikuti perlakuan A sebesar 3,14%/hari, dan terendah pada C sebesar 2,83%/hari. Namun kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 80,67% diikuti oleh perlakuan B sebesar 80% dan yang terendah pada perlakuan C yaitu 75,33%. Nilai rata-rata FCR terendah diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,03, diikuti perlakuan B 1,01, dan tertinggi pada A 1,47. Data kualitas air selama 30 hari penelitian menunjukan kisaran yang masih dapat ditolerir oleh ikan lele untuk parameter, suhu, DO, pH dan Amoniak.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







