Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh analisis pertumbuhan dan penyakit antraknosa pada tanaman melon dengan pemberian berbagai jenis fungisida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampa bulan oktober 2025 di lahan kelompok tani Pardomuan Kelurahan Ujung Padang dengan letak geografis 310 mdpl. Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 5 tingkat taraf perlakuan yaitu 1 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perlakuan pemberian fungisida (P) P0 = tanpa menggunakan fungisida, P1 = fungisida kontak, P2 = fungisida sistemik, P3 = Fungisida sistemik dan kontak dan P4 = fungisida Biologis. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun yang terserang penyakit antraknosa, jumlah daun yang tidak terserang penyakit antraknosa panjang tanaman, jumlah cabang, berat buah per sampel, berat buah per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fungisida memberikan hasil tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun yang terserang penyakit antraknosa dan paramerter jumlah daun yang tidak terserang penyakit antraknosa di umur 2 MST, dan berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun yang terserang penyakit antraknosa dan parameter jumlah daun yang tidak terserang penyakit antraknosa di umur 4,6 dan 8 MST dan untuk semua parameter berpengaruh sangat nyata. Dari semua parameter hasil yang terbaik terdapat pada perlakuan pemberian fungisida sistemik dan kontak (P3) dan hasil terendah terdapat pada tanpa pemberian fungisida (P0).
Suryanto, S., Siregar, E. S., Samosir, B. S., Harahap, F. S., & Kurniawan, I. (2026). RESPON BEBERAPA BAHAN AKTIF KIMIA UNTUK MENGATASI PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.). Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 20(1), 22 – 28. https://doi.org/10.36873/aev.v20i1.22493