Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara sehingga mampu menghasilkan sayuran dengan kualitas yang lebih baik dan efisien dalam penggunaan lahan maupun air. Namun, selama proses budidaya, tanaman hidroponik tetap berpotensi mengalami serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi hama dan pengaruhnya terhadap kualitas sayuran hidroponik di DD Farm Hidroponik Serang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama utama yang ditemukan meliputi ulat grayak pada pakcoy, kutu kebul pada seledri, serta penyakit jamur seperti bercak daun septoria dan jamur mata kodok pada selada. Serangan hama dan penyakit menyebabkan penurunan kualitas visual tanaman berupa daun berlubang, bercak hitam, daun menguning, busuk batang, dan busuk akar sehingga mempengaruhi proses sortasi, grading, serta nilai jual produk. Pengendalian dilakukan menggunakan pestisida organik, agen hayati, yellow trap, dan pestisida kimia secara terbatas. Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu tinggi dan rendahnya intensitas cahaya juga mempengaruhi perkembangan hama dan kualitas hasil panen sayuran hidroponik.
Oktaviani, I., Hidayah, F. A. N., Nurzalfa, N., Nisa, A. F., Pamela, V. Y., & Eris, F. R. (2026). ANALISIS POTENSI HAMA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS SAYURAN HIDROPONIK SELAMA PROSES BUDIDAYA. Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 20(1), 48 – 59. https://doi.org/10.36873/aev.v20i1.26516