PRODUKSI DAN DAYA TERIMA ABON JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) STUDI KASUS PADA UMKM “BONJATI”
DOI:
https://doi.org/10.36873/aev.v19i2.22976Keywords:
Abon Jamur Tiram, Daya Terima, Uji Organoleptik, Diversifikasi Produk, UMKMAbstract
Jamur tiram memiliki permintaan pasar yang tinggi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, namun pasokannya yang tidak stabil menyebabkan fluktuasi harga. Diversifikasi produk, seperti abon jamur tiram, menawarkan potensi ekonomi bagi UMKM, manfaat gizi, dan alternatif pengganti daging. Penelitian ini bertujuan menilai preferensi konsumen terhadap dua varian rasa abon jamur tiram “BONJATI” (original dan pedas) menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan pada 40 panelis dengan penilaian terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik. Hasil menunjukkan 53% responden memilih varian pedas, 83% menyukai kemasan toples, 92% menyatakan label sudah memuat informasi produk, dan kemasan menarik dinyatakan oleh 95% responden, dan 80% pembelian dilakukan secara online. Abon jamur tiram rasa pedas pada parameter warna memperoleh nilai 5,49 (agak suka), rasa dengan nilai 5,93 (suka), aroma 5,27 (agak suka), dan tekstur dengan nilai 5,32 (agak suka). Hal ini menunjukkan bahwa panelis cenderung lebih menyukai varian pedas, baik dari segi warna, rasa, aroma maupun tekstur, yang dipengaruhi oleh penambahan cabai sebagai sumber capsaicin yang memperkaya sensasi aroma dan cita rasa produk.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





