SIFAT FISIKOKIMIA MINUMAN INSTANT TERUNG ASAM (Solanum ferox L) DENGAN PENAMBAHAN DEKSTRIN DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN
Authors
Eko Budiarto
Alumni Prodi Teknologi Industri Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian UPR
Suparno Suparno
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Wijantri Kusumadati
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Muliansyah Muliansyah
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Selvie Mahrita
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Evi Faridawaty
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Keywords:
terung asam, dekstrin, suhu pengeringan
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan konsentrasi dekstrin terhadap mutu minuman instan terung asam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangkaraya Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor yaitu suhu pengeringan (P) : (50 °C, 55 °C, 60 °C) dan konsentrasi dekstrin (D) :(10 %, 15 %, 20 %,). Parameter yang dianalisa adalah rendemen, kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, waktu larut, uji organoleptik hedonic warna, aroma dan rasa. Berdasarkan penelitian diatas, perlakuan terbaik dalam pembuatan minuman instan terung asam ini adalah pengeringan menggunakan suhu 55 °C dengan konsentrasi dekstrin 10 %. Ini disimpulkan berdasarkan nilai vitamin C yang tertinggi dan skor warna yang dihasilkan adalah paling baik.
Budiarto, E. ., Suparno, S., Kusumadati, W. ., Muliansyah, M., Mahrita, S., & Faridawaty, E. (2022). SIFAT FISIKOKIMIA MINUMAN INSTANT TERUNG ASAM (Solanum ferox L) DENGAN PENAMBAHAN DEKSTRIN DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN. Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 16(1), 90–98. Retrieved from https://e-journal.upr.ac.id/index.php/aev/article/view/5106