Keanekaragaman dan Spesies Indikator pada Hutan Mangrove di Teluk Sampit, Kotawaringin Timur

The Diversity and Indicator Species in the Mangrove Forest at Sampit Bay, East Kotawaringin

Authors

  • Akhmadi Akhmadi Biology Education Program, University of Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.37304/bed.v4i1.10227

Keywords:

Keanekaragaman Jenis, Spesies Indikator, Hutan Mangrove, Teluk Sampit

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan mangrove dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan mangrove yang merupakan spesies indikator dalam komunitas hutan mangrove di Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, dengan teknik  nested sampling yang merupakan kombinasi dari sistem jalur (11) dan petak (7).  Masing-masing jalur panjangnya 440 m, pada setiap jalur dibuat 7 petak pengamatan yang letaknya berseling, dan antar petak berjarak 50 m. Analisis data menerapkan analisis indeks keragaman jenis menurut Shannon-Wiener dan analisis struktur vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis-jenis tumbuhan mangrove yang dijumpai pada kawasan hutan mangrove di Teluk Sampit terdiri dari 11 jenis, yaitu Sonneratia caseolaris, Sonneratia ovata, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Bruguiera sexangula, Cerbera mangha, Xylocarpus granatum, Hibiscus tiliaceus, Metroxylon sago, dan Pandanus tectorius. (2) Indeks keanekaragaman jenis (H’) antara 0,5789 hingga 0,6511, (3) Struktur Vegetasi didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata, Bruguiera sexangula, Avicennia alba, dan Sonneratia caseolaris, secara berturut-turut menguasai komunitas, (4) Ada 2 jenis tumbuhan mangrove yang dapat diidentifikasi sebagai spesies indikator pada hutan mangrove di Teluk Sampit, yaitu Rhizophora mucronata dan Sonneratia caseolaris.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhmadi dan Najamuddin. 2007. Analisis Vegetasi Mangrove pada Hutan Pantai Ujung Pandaran di Wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Anterior, Vol. 7, No. 2 : 7-14.

Anwar, C. dan Gunawan, H. 2007. Peranan ekologis dan sosial ekonomis hutan mangrove dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. Prosiding, Ekspose Hasil-hasil Penelitian, Universitas Andalas, Padang. (hal: 23-34).

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove, Fungsi dan Manfaatnya. Cetakan ke-1. Kanisius, Yogyakarta.

Bengen, D. G. 2004. Ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut serta prinsip pengelolaannya. Sinopsis. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB, Bogor.

Danoff-Burg, J.A. 2009. Mangrove forest. Columbia University. Address: http://www.ncl.ac.uk/tcmweb/tcm/mglinks.htm. (Diakses tanggal 24 Juli 2010).

Gunarto. 2004. Konservasi mangrove sebagai pendukung sumber hayati perikanan pantai. Libang Pertanian, Vol. 23, No. 1: 15-21.

Harahap, N. 2010. Penilaian Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove dan Aplikasinya dalam Perencanaan Wilayah Pesisir. Cetakan ke-2. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Hardjosuwarno, S. 1990. Dasar-dasar Ekologi Tumbuhan. Diktat. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta.

Irawan, B. 2005. Kondisi vegetasi mangrove di wilayah pesisir Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) pasca tsunami. Biotika, Vol. 4, No.1: 50-54.

Jupri, Ahmad. 2006. Inventarisasi spesies mangrove di Teluk Kertasari, Sumbawa Barat. Biotika, Vol.5, No.1: 1-5.

Katili, A.S. 2009. Struktur komunitas dan pola zonasi mangrove serta hubungan sebagai sumber daya hayati pesisir di wilayah Kwandang Provinsi Gorontalo. Tesis M.Si., Program Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

Kitamura, S., Anwar, C., Chaniago, A., dan Baba, S. 2003. Buku Panduan Mangrove di Indonesia. Bali : Jaya Abadi (119 hal.)

Lawrence, G.H.M. 1964. Taxonomy of Vascular Plants. 1st ed. Macmillan Comp., New York.

Leksono, A.S. 2007. Ekologi : Pendekatan Deskriptif dan Kuantitatif. Edisi ke-1. Bayumedia, Malang.

Mandal, R.N. and Naskar, K.R. 2008. Diversity and classification of Indian mangrove. Tropical Ecology, Vol. 49. No. 2: 131-146.

Noor, Y.S., Khazali, M., Suryadiputra, I.N.N. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Panduan. Wetland-Indonesia Programe, Bogor.

Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Pramudji. 2001. Dinamika areal hutan mangrove di kawasan pesisir Teluk Kotania, Seram Barat. Oseana, Vol. XXVI, No.3: 9-16.

Rahawarin, Y.Y. 2005. Komposisi vegetasi mangrove di muara Sungai Siganoi Sorong Selatan-Papua. Biota, Vol. 10. No.3: 1-5.

Ramadhan, R.R., Untara, G.D., dan Kaesa, K.S. 2009. Mangrove di Taman Nasional Bali Barat. Panduan. Penerbit Balai TNBB, Bali.

Schulze, E.D., Beck, E., and Muller-Hohenstein, K. 2005. Plant Ecologi. 2nd ed. Springer Berlin-Heiderberg, Germany.

Stanley, O.D. and Lewis, R.R. 2009. Strategies for mangrove rehabilitation in an eroded Coastline of Selangor, Peninsular Malaysia. Coastal Develovment, Vol. 12, No. 3: 144-156.

Soeriaatmadja, R.E. 2002. Ilmu Lingkungan. Cetakan ke-13. FMIPA ITB, Bandung.

Syafei, E.S. 1994. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Diktat. FMIPA ITB, Bandung.

Talib, A. 2009. Analisis komunitas mangrove sebagai pendukung sumber hayati peikanan pantai di Pulau Ternate dan Pulau Moti, Maluku Utara. Tesis M.Si., Program Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

Tomlinson, P.B. 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge University Press., England.

Walters, Bradley B. 2008. Mangrove forest and human security. Perspectives in Agriculture, Veterinary Science, Nutrition and Natural Resources, Vol. 3, No. 064: 1-9.

Zamroni, Y. dan Rohyani, I.S. 2008. Produksi serasah hutan mangrove di perairan pantai Teluk Sepi, Lombok Barat. Biodiversitas, Vol. 9, No. 4 : 284-287.

Downloads

Published

2023-06-01

How to Cite

Akhmadi, A. (2023). Keanekaragaman dan Spesies Indikator pada Hutan Mangrove di Teluk Sampit, Kotawaringin Timur: The Diversity and Indicator Species in the Mangrove Forest at Sampit Bay, East Kotawaringin. BiosciED: Journal of Biological Science and Education, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.37304/bed.v4i1.10227

Issue

Section

Biological Sciences