Tindak Tutur Ekspresif dalam Mini Series Nurut Apa Kata Mama Karya Muhadkly Acho dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Teks Anekdot di Kelas X SMA
DOI:
https://doi.org/10.37304/enggang.v6i1.24261Keywords:
Anecdotal text learning, Expressive speech acts, Indonesian language learning, Indonesian mini-series, Pragmatics of filmAbstract
This study discusses expressive speech acts in the mini series Nurut Apa Kata Mama. Therefore, the purpose of this study is to (1) describe the forms of expressive speech acts carried out by the characters in the mini series Nurut Apa Kata Mama, (2) describe the function of expressive speech acts in the mini series Nurut Apa Kata Mama, and (3) describe its implications for learning anecdotal texts in class X of high school. This study uses a qualitative approach. The results of the study show that (1) Based on its form, expressive speech acts in the mini series Nurut Apa Kata Mama consist of 6 forms of speech, namely gratitude, apology, congratulations, sympathy, praise, and condolences (2) Based on its function, expressive speech acts in the mini series Nurut Apa Kata Mama are divided into 6, namely: showing gratitude, expressing regret, expressing appreciation, building social relationships, expressing happiness, and showing disappointment. Based on the data obtained, the form and function of expressive speech acts that are predominantly used by speakers in the mini series Nurut Apa Kata Mama are speech acts of expressing gratitude with the function of showing gratitude.
Downloads
References
Apatama, F. K., Perdana, I., Usop, L. S., Purwaka, A., & Misnawati, M. (2023). Alih kode dan campur kode dalam film Imperfect The Series 2 yang disutradarai oleh Naya Anindita. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(1), 230–243.
https://doi.org/10.59024/atmosfer.v1i1.145
Bogdan, R., & Taylor, S. J. (1975). Introduction to qualitative research methods. John Wiley & Sons.
Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Rineka Cipta.
Dahlia, D. M. (2022). Tindak tutur ilokusi dalam novel Pastelizzie karya Indrayani Rusady dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(1), 1–11.
https://doi.org/10.37304/enggang.v3i1.7775
Dahniar, A., & Sulistyawati, R. (2023). Analisis campur kode pada TikTok podcast Kesel Aje dan dampaknya terhadap eksistensi berbahasa anak milenial: Kajian sosiolinguistik. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 55–65.
https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.8988
Darihastining, S., Mardiana, W., Misnawati, M., Sulistyowati, H., Rahmawati, Y., & Sujinah, S. (2023). Penerapan berbagai hipotesis pemerolehan bahasa kedua terhadap anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 685–698.
https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3893
Edi, E., Usop, L. S., Perdana, I., Elnawati, E., & Oktaviani, S. (2022). Campur kode pada novel Resign! (2018) karya Almira Bastari. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Vol. 1, No. 1, hlm. 75–89).
https://doi.org/10.55606/mateandrau.v1i1.158
Hamid, A. (2023). Peran bahasa Indonesia dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Vol. 2, No. 1, hlm. 42–53).
https://doi.org/10.55606/mateandrau.v2i1.220
Istikharoh, I., Nurachmana, A., Usop, L. S., Diman, P., & Veniaty, S. (2023). Alih kode pada konten vlog dalam kanal YouTube Turah Parthayana. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Vol. 2, No. 1, hlm. 15–30).
https://doi.org/10.55606/mateandrau.v2i1.218
Kridalaksana, H. (1983). Kamus linguistik umum. Gramedia.
Margareta, A., Purwaka, A., Cuesdeyeni, P., Poerwadi, P., & Christy, N. A. (2024). Campur kode dalam web series Kaget Nikah karya Vemmy Sagita dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Vol. 3, No. 1, hlm. 15–27).
https://doi.org/10.55606/mateandrau.v3i1.1966
Misnawati, M. (2023). Melintasi batas-batas bahasa melalui diplomasi sastra dan budaya: Crossing language boundaries through literary and cultural diplomacy. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 18(2), 185–193.
https://doi.org/10.33084/pedagogik.v18i2.5538
Putri, M., Purwaka, A., Perdana, I., & Misnawati, M. (2023). Tindak tutur penolakan ekspresif dalam bahasa Dayak Maanyan Paju Epat di Desa Sababilah. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(1), 142–152.
https://doi.org/10.59024/atmosfer.v1i1.139
Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.
https://doi.org/10.1017/CBO9780511609213
Tohang, V. M., Poerwadi, P., Purwaka, A., Linarto, L., & Misnawati, M. (2023). Campur kode dalam percakapan komunitas mahasiswa di Asrama Lamandau dan implikasinya terhadap pembelajaran cerpen siswa SMA kelas XI. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(1), 153–168.



















