TRANSFORMASI PENDEKATAN VALUASI MINERAL DALAM FORMULA HARGA PATOKAN MINERAL (HPM) INDONESIA
THE TRANSFORMATION OF MINERAL VALUATION APPROACHES IN INDONESIA'S MINERAL BENCHMARK PRICE (HPM) FORMULA
DOI:
https://doi.org/10.36873/jtp.v26i2.27055Keywords:
Ekonomi Mineral, Harga Patokan Mineral, Mineral Ikutan, Valuasi MineralAbstract
Harga Patokan Mineral (HPM) merupakan instrumen penting dalam tata kelola harga mineral dan penilaian nilai ekonomi bijih. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan formula HPM dan transformasi pendekatan valuasi mineral dalam regulasi pertambangan Indonesia periode 2017–2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif melalui technical review terhadap Permen ESDM No. 7 Tahun 2017, No. 11 Tahun 2020, Kepmen ESDM No. 72/K/MB.01/MEM.B/2025, No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025, dan No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur formula, basis harga acuan, corrective factor (CF), kadar air, dan perlakuan terhadap mineral ikutan, kemudian menginterpretasikan perubahannya dari perspektif ekonomi mineral. Hasil menunjukkan bahwa formula HPM periode 2017–2025 masih berorientasi pada nikel sebagai mineral utama melalui kadar Ni, CF, dan HMA nikel, sedangkan Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 memperluas formula dengan memasukkan Fe, Co, dan Cr sebagai mineral ikutan serta kadar air sebagai faktor penyesuaian. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran menuju pendekatan valuasi yang lebih komprehensif. Implementasinya memerlukan standardisasi pengukuran kadar mineral dan kadar air serta penguatan validasi data kualitas bijih agar penetapan HPM lebih konsisten dan merepresentasikan karakteristik mineralisasi.
Kata kunci: Ekonomi Mineral, Harga Patokan Mineral, Mineral Ikutan, Valuasi Mineral
Downloads
References
Agrial S., M., Nafiu, W. R. A., & Anshari, E. (2024). Potensi nilai tambah mineral ikutan di area bekas penambangan bijih nikel di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara. INTAN Jurnal Penelitian Pertambangan, 7(2)
Fatimah, D. Y., Her Krissanto, J. Y., Pamunga, M. N. A., & Nugroho, R. P. (2023). Nickel as a strategic mineral and its potential resources in X-Field, North Konawe, Southeast Sulawesi, Indonesia. Journal of Applied Geology, 8(2), 85–90. https://doi.org/10.22146/jag.78116
Ika, S. (2017). Kebijakan hilirisasi mineral: Policy reform untuk meningkatkan penerimaan negara. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 1(1), 42–67.
Ito, A., Otake, T., Maulana, A., Sanematsu, K., Sufriadin, & Sato, T. (2021). Geochemical constraints on the mobilization of Ni and critical metals in laterite deposits, Sulawesi, Indonesia: A mass-balance approach. Resource Geology, 71(3), 255–282. https://doi.org/10.1111/rge.12266
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2017). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2020). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2025a). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 72/K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2025b). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 268.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2026). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 268.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara.
Lahadalia, B., Wijaya, C., Dartanto, T., & Subroto, A. (2024). Nickel downstreaming in Indonesia: Reinventing sustainable industrial policy and developmental state in building the EV industry in ASEAN. Journal of ASEAN Studies, 12(1), 79–106
Mabruri, I., Hasriyanti, Nurfasiha, Poalahi Salu, S., Yatjong, I., & Arif. (2024). Optimalisai pemanfaatan bijih nikel kadar rendah untuk penentuan cut off grade optimal pada Pit 13B PT. Citra Silika Mallawa. Jurnal Teknik Pertambangan, 24(2), 58–65.
Mili, M. Z., Sahiddin, L. O., & Kadar, M. I. (2025). Analisis potensi ekonomi keterdapatan unsur Ni-Co pada endapan nikel laterit PT. RBP Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral, 6(1), 53–60.
OECD, & Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals and Sustainable Development. (2023). Transfer pricing in mining: A practical guide to arm’s length pricing. OECD Publishing.
Otto, J., Andrews, C., Cawood, F., Doggett, M., Guj, P., Stermole, F., Stermole, J., & Tilton, J. (2006). Mining royalties: A global study of their impact on investors, government, and civil society. World Bank.
Pandyaswargo, A. H., Wibowo, A. D., Maghfiroh, M. F. N., Rezqita, A., & Onoda, H. (2021). The emerging electric vehicle and battery industry in Indonesia: Actions around the nickel ore export ban and a SWOT analysis. Batteries, 7(4), Article 80. https://doi.org/10.3390/batteries7040080
Prinaldi, D. R., Rosana, M. F., Patonah, A., & Amiruddin, A. (2025). Petrology and geochemistry of ultramafic rock and its implication to nickel-cobalt enrichment in overlying lateritic zones at the Block X, South Sulawesi. Indonesian Journal of Economic Geology, 1(1).
Rahman, A., & Ernawati, E. (2022). Examination of factors determining transfer price in Indonesian mining companies. E-Jurnal Akuntansi, 32(5), 1200–1212.
Tilton, J. E., & Guzmán, J. I. (2016). Mineral economics and policy. Routledge.
U.S. Geological Survey. (2024). Mineral commodity summaries 2024: Nickel. U.S. Geological Survey.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wd Rizky Awaliah Nafiu, Marwan Zam Mili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






