Perlu Login atau Daftar untuk menyerahkan naskah.

Penulis yang ingin memasukkan naskah harus memperhatikan poin-poin di bawah ini. Jika naskah tidak sesuai dengan persyaratan yang telah dicantumkan, ada kemungkinan naskah tersebut akan dikembalikan.

  • Naskah belum pernah diterbitkan sebelumnya, dan tidak sedang dalam pertimbangan untuk diterbitkan di jurnal lain (atau sudah dijelaskan dalam Komentar kepada Editor).
  • File naskah dalam format dokumen OpenOffice, Microsoft Word, atau RTF.
  • Referensi yang dapat diakses online telah dituliskan URL-nya.
  • Naskah diketik dengan teks 1 spasi; font 12; menggunakan huruf miring, bukan huruf bergaris bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, gambar, dan tabel diletakkan dalam teks pada tempat yang diharapkan, bukan dikelompokkan tersendiri di akhir naskah.
  • Naskah mengikuti aturan gaya selingkung dan bibliografi yang disyaratkan dalam Panduan Penulis.

JUDUL ARTIKEL: DAPAT DITULIS BAHASA INDONESIA/INGGRIS

HURUF MENGGUNAKAN GILL SAN MT (12 PT, 1 SPACE, BOLD). JUDUL MAKSIMAL 25 KATA

Nama Penulis1, Nama Penulis2,...dst (11pt)

1Asal Instansi (Ket.: jika ada) (10 pt)

2Asal Instansi(Ket.: jika ada) (10 ps)

E-mail:.....@....com/No. HP yg dpt dihubungi

 

ABSTRAK (10 pt)

Abstrak  berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf tegak sepanjang 100-200 kata. Teks abstrak ditulis ukuran font 10 pt dan jenis huruf Gill Sans MT serta jarak antar baris satu spasi. Jika artikel berbahasa Indonesia, maka abstrak harus ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik dan benar. Jika artikel berbahasa Inggris, maka abstrak cukup ditulis dalam bahasa Inggris saja. Bagian Abstrak harus memuat latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan secara ringkas dan padat. Abstrak untuk masing-masing bahasa hanya boleh dituliskan dalam satu paragraf saja dengan format satu kolom. Di bagian bawah abstrak, dicantumkan kata kunci. Jumlah maksimal kata kunci yang boleh dicantumkan adalah 5 buah.. Masing-masing penulisan kata kunci dipisahkan dengan menggunakan tanda titik koma (;).

Kata Kunci: kata; kunci; maksimal; 5 kata

 

TITLE IN ENGLISH

ABSTRACT (10 pt)

Indonesian abstracts are written with upright letters along 100-200 words. Abstract text is written with 10 pt font size and Times New Roman font type and distance between single line spaces. If the article is in Indonesian language, then the abstract should be written in Indonesian language and good English and correct. If the article is in English, then the abstract is written in English only. The abstract should contain the background, objectives, methodology, results, and conclusionsin a concise and concise manner. Abstracts for each language should only be written in one paragraph only with one column format. At the bottom of the abstract, keywords are listed. The maximum number of words in a keyword is just 3 words. Each keyword writing is separated by using a semicolon (;).

Keywords: words; key; maximal; 5 words

 

PENDAHULUAN

Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan huruf Gill Sans MT 10 pt, 2 (dua) kolom, kerapatan 1,5 spasi, pada kertas A4 dengan margin atas – bawah 3,5 cm dan kanan-kiri 2 cm. Penulis diminta mengirimkan naskah dalam bentuk file yang diketik dengan program MS-Word dengan menggunakan template yang telah disediakan.

Jumlah paragraf tidak dibatasi namun isinya harus mencakup latar belakang, tujuan penelitian, posisi penelitian terhadap kegiatan penelitian sebelumnya, serta kebaruan/novelty dari kegiatan penelitian yang dilaksanakan. Sedikit landasan teori yang langsung berkaitan dengan isi artikel dapat dimasukkan namun tidak perlu dibuat sub bab tersendiri. Kutipan lebih dari satu orang penulis dinyatakan dalam et al bukan dkk.

 

METODOLOGI

Metode kegiatan penelitian terdiri dari 2 sub bab yaitu alat dan bahan serta metode pelaksanaan. Sub bab tersebut ditulis tanpa numbering maupun bullet. Cantumkan alat-alat besar atau khusus yang digunakan dalam kegiatan pengabdian. Derajat dan spesifikasi untuk setiap bahan harus dicantumkan. Bagian ini jyga memuat jalannya pelaksanaan kegiatan penelitian yang secara spesifik dilaksanakan. Alur kerja yang sederhana tidak perlu dibuat skema. Cara kerja yang sudah umum tidak perlu dijelaskan secara detail. Langkah pelaksanaan kegiatan yang panjang dapat dibuat dalam subbab tahapan-tahapan kegiatan dengan menggunakan numbering angka arab.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan sekurang-kurangnya memuat tiga hal, yaitu: (1) deskripsi, (2) interpretasi (explanasi/penjelasan) hasil kegiatan penelitian dan (3) diskusi (komparasi) hasil dibandingkan dengan hasil kegiatan penelitian sebelumnya. Jika subbab hasil dan pembahasan sangat panjang dapat dibuat sub-subbab dengan numbering angka arab. Deskripsi hasil dapat berupa tabel dan gambar dengan diberi nomor urut (Tabel menggunakan urutan angka romawi dan diletakkan dibagian atas, sedangkan Gambar menggunakan urutan angka arab dan diletakkan dibagian bawah). Tabel yang dimuat tidak menggunakan garis vertikal. Ukuran Huruf dalam table dapat diperkecil hingga font 8 pt.

Contoh:

Tabel I.   Karakter konservasi yang nampak pada pertemuan 1

Karakter Konservasi

Persentasi

(%)

Keterangan

Inspiratif

60

Ketika menyampaikan materi ini, 17 peserta pernah mendengar dan tahu tentang origami. Dari 17 Peserta 6 diantaranya pernah membuat origami dan 2 dari 6 peserta pernah membuat origami karakter Jepang seperti tsuru. Hal di atas dapat menjadi ispirasi bagi peserta lainnya.

Humanis

30

Ketika diminta memberikan pendapat tentang definisi origami, 6 peserta yang memiliki pendapat yang berberda dengan teman lainnya. Namun mereka saling menghargai satu dengan lainnya.

Peduli

10

2 peserta peduli terhadap sekitar, ketika tim pelaksana menyiapkan dan membagikan materi. Peserta tersebut datang kepada tim pelaksana beinisiatif memberikan bantuan untuk membagikan materi.

Inovatif

-

-

Kreatif

-

-

Sportif

-

-

Jujur

70

28 mengungkapkan dengan jujur tentang origami Baik itu pernah membuat origami maupun belum pernah membuat origami serta menyampaikan definisi origami menurut pemahaman mereka selama ini.

 

Gambar 1. Permainan bola

 

KESIMPULAN

Kesimpulan dibuat dalam satu paragraf tanpa sitasi memuat simpulan akhir serta saran untuk kegiatan pengabdian selanjutanya.

 

REFERENSI

Semua rujukan-rujukan yang diacu di dalam teks artikel harus didaftarkan di bagian Referensi. Referensi harus berisi pustaka-pustaka acuan yang berasal dari sumber primer (jurnal ilmiah dan berjumlah minimum 80% dari keseluruhan daftar pustaka) dan sangat direkomendassikan mengandung aspek kebaruan (novelty). Referensi yang dianggap memiliki kebaruan yang baik adalah referensi yang diterbitkan selama 10 tahun terakhir. Setiap artikel paling tidak berisi 10 (sepuluh) daftar pustaka acuan.

Penulisan Daftar Pustaka sebaiknya menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero atau aplikasi lainnya. Spasi untuk daftar referensi adalah 1 spasi. Format penulisan dalam jurnal pandohop adalah sesuai dengan format APA 6th Edition (American Psychological Association). Berikut adalah contoh penggunaan beberapa referensi.

 

Buku 1 Penulis

Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

 

Buku 2 Penulis

Tubagus, A, & Wijonarko. (2009). Langkah-Langkah Memasak. Jakarta: PT Gramedia.

 

Buku 3 Penulis

Leen, B., Bell, M., & McQuillan, P. (2014). Evidence-Based Practice: a Practice Manual. USA: Health Service Executive.

 

Buku Lebih Dari Satu Edisi

Prayitno, & Amti, E. (2012). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling (Edisi ke-10). Jakarta: PT Rineka Cipta.

 

Buku Terjemahan

Gladding, S. T. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh (6th ed.). (P. Winarno, & L. Yuwono, Trans.) Jakarta: PT. Indeks.

 

Artikel Jurnal

Ruini, C., Masoni, L., Otolini, F., & Ferrari, S. (2014). Positive Narrative Group Psychotherapy: The Use of Traditional Fairy Tales to Enhance Psychological Well-Being and Growth. Psychology of Well-Being, 4 (13), 1-9.

 

 

Artikel dalam Prosiding Online

Herculano-Houzel, S., Collins, C. E., Wong, R, Kaas, J. H., & Lent R. (2008). The basic nonuniformity of the cerebral cortex. Proceedings of the National Academy of Sciences, 105, 12593—12598. doi:1 0. 1 073/pnas.Q80541 7105

 

Artikel dalam Prosiding Cetak

Katz, I., Gabayan, K., & Aghajan, H. (2007). A multi-touch surface using multiple cameras. In J. Blanc-Talon, W. Philips, D. Popescu, & P. Scheunders (Eds.), Lecture Notes in Computer Science: Vol. 4678. Advanced Concepts for intelligent Vision Systems (pp. 97—108). Berlin, Germany: Springer-Verlag.

 

Majalah

Susanta, R. (Juni 2010). “Ambush Marketing”. Marketing, 140 (2), 15-17.

 

Majalah Online

Susanta, R. (Juni 2010). “Ambush Marketing”. Marketing, 140 (2), 15-17. Diakses dari: http//majalahmarketing.com//

 

Surat Kabar

Irawan, A. (24 September 2010). “Impor Beras dan Manajemen Logistik Baru”. Koran Tempo, A11.

 

Skripsi/Tesis/Disertasi Tidak Terpublikasi

Nurgiri, M. (2010). Antropologi Indonesia (Skripsi Tidak Terpublikasi). Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta.

 

Skripsi/Tesis/Disertasi dari Sumber Online

Haryadi, R. (2017). Pengembangan Model Evidence-Based Community Counseling untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis pada Subyek Eks-Pecandu NAPZA di Kota Semarang (Tesis, Pascasarjana Universitas Negeri Semarang). Diakses dari: http//pps.unnes.ac.id//tesis/rudiharyadi/

Video

American Psychological Association. (Produser). (2000). Responding therapeutically to patient expressions of sexual attraction [DVD]. Tersedia di http://www.apa.org/videos/

 

Serial Televisi

Egan, D. (Penulis), & Alexander, J. (Pengarah). (2005). Failure to communicate [Episode Seri Televisi]. In D. Shore (Produser Pelaksana), House. New York, NY: Fox Broadcasti