Semiotika Simbol Religius dalam Film Ayat-Ayat Cinta dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
DOI:
https://doi.org/10.37304/jt.v7i1.26256Kata Kunci:
denotasi, konotasi, film, mitos, simbol religiusAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada simbol-simbol religius dalam film Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa adegan, dialog, ekspresi, gestur, dan elemen visual yang mengandung simbol religius, yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 47 data simbol religius yang terdiri atas simbol tokoh (9 data), dialog (13 data), busana (8 data), ekspresi (6 data), latar tempat (5 data), dan aktivitas keagamaan (6 data). Secara denotatif, simbol menampilkan aktivitas religius yang tampak; secara konotatif merepresentasikan nilai kesucian, kesabaran, kesetiaan, dan keteguhan iman; sedangkan pada tingkat mitos membangun ideologi cinta dalam perspektif Islam sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan film sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan analisis teks multimodal, berpikir kritis, serta penanaman nilai karakter pada peserta didik.
Kata kunci: semiotika, denotasi, konotasi, mitos, film
Unduhan
Referensi
Abrams, M. H., & Harpham, G. G. (2012). A Glossary of Literary Terms (10th ed.). Boston: Wadsworth Cengage Learning.
Amelia, N., & Sari, P. (2024). Implementasi Literasi Multimodal pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 15(1), 30–44.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Barthes, R. (1972). Mythologies. London: Paladin. (1977). Image, Music, Text.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (dalam Moleong, L. J.). (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Budiman, K. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas.
Chaer, A. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Cristomy, T., & Yuwono, U. (2004). Semiotika Budaya. Jakarta: Pustaka Jaya. Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hidayat, M., & Pratiwi, R. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Nilai Religius dalam Film Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 18(1), 45–59.
Hoed, B. H. (2011). Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Leech, G. (1974). Semantics: The Study of Meaning. Harmondsworth: Penguin Books.
London: Fontana Press.
Masinambow, E. K. M. (2016). Semiotika dan Antropologi Budaya. Jakarta: UI Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung Remaja Rosdakarya.
Nasirin, N. (2018). Kajian Film sebagai Representasi Sosial Budaya. Dalam Wati, Rohman, & Yuniawan (2023). Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(4), 1307 1318.
Nugraha, D. (2023). Kajian Semiotika terhadap Film Ayat-Ayat Cinta 2. Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Sastra, 15(2), 45–58.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS.
Putri, A. D. (2022). Makna Simbolik dalam Film Habibie dan Ainun Berdasarkan Teori Roland Barthes. Jurnal Sinematografi Indonesia, 5(1), 12 25.
Rahayu, S. (2021). Analisis Semiotika dalam Film Laskar Pelangi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(3), 67 78.
Rahman, F., & Nuraini, S. (2023). Pemanfaatan Film sebagai Media Pembelajaran Teks Multimodal di SMP. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(3), 210–223.
Ratna, N. K. (2011). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Saputra, H., & Maulana, A. (2025). Penguatan Berpikir Kritis melalui Analisis Film dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Humaniora, 17(1), 55–69.
Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Setiawan, A., & Lestari, D. (2024). Literasi Multimodal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Media Film. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 14(2), 120–134.
Sobur, A. (2009). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Semiotika, dan Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Van Zoest, A. (1993). Serba-Serbi Semiotika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wati, N., Rohman, S., & Yuniawan, T. (2023). Kajian Representasi Nilai Sosial dalam Film Indonesia Kontemporer. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(4), 1305– 1315.
Weisarkurnai, H. (2017). Film sebagai Cermin Sosial dan Media Pendidikan. Jurnal Seni dan Budaya Modern, 8(2), 55 63.
Wijaya, R., & Kurniawati, E. (2022). Representasi Simbol Religius dalam Film Indonesia: Kajian Semiotika Barthes. Jurnal Kajian Media dan Komunikasi, 9(2), 88–101.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tambuleng

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











