Allegation of Research Misconduct


ALLEGATION OF RESEARCH MISCONDUCT

Allegation of Research Misconduct adalah kebijakan dan prosedur untuk menerima, menilai, memeriksa, dan menangani dugaan pelanggaran integritas penelitian dan publikasi ilmiah, termasuk plagiarisme, fabrikasi dan falsifikasi data, publikasi duplikat, serta bentuk pelanggaran etika akademik lainnya. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa setiap dugaan ditangani secara objektif, adil, transparan, dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Jurnal Paris Langkis berkomitmen menjaga integritas penelitian, transparansi editorial, dan keandalan rekam publikasi ilmiah melalui penerapan prosedur penanganan yang konsisten dengan pedoman etika publikasi internasional. Kebijakan ini berlaku bagi manuskrip yang sedang dalam proses penelaahan maupun artikel yang telah diterbitkan. Setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara proporsional dengan memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi sebelum keputusan editorial ditetapkan. Dengan demikian, dugaan pelanggaran tidak serta-merta dianggap sebagai pelanggaran yang terbukti sebelum dilakukan pemeriksaan dan penilaian berdasarkan bukti yang relevan.

1
Definisi dan Ruang Lingkup Pelanggaran

Pelanggaran etika penelitian dan publikasi mencakup tindakan yang merusak kejujuran, keandalan, atribusi, atau transparansi dalam pelaksanaan penelitian maupun penyebarluasan hasilnya. Bentuk pelanggaran dapat meliputi, tetapi tidak terbatas pada:

  • Plagiarisme: penggunaan ide, teks, data, gambar, atau karya pihak lain tanpa atribusi yang memadai, termasuk plagiarisme terhadap karya sendiri yang telah diterbitkan.
  • Fabrikasi data: membuat data, hasil penelitian, sumber, atau bukti yang sebenarnya tidak pernah diperoleh.
  • Falsifikasi data: memanipulasi bahan, prosedur, data, gambar, atau hasil penelitian sehingga catatan penelitian tidak merepresentasikan keadaan yang sebenarnya.
  • Publikasi duplikat atau redundan: menerbitkan kembali substansi yang sama tanpa pengungkapan, atribusi, atau justifikasi yang memadai, serta mengirimkan manuskrip yang sama secara bersamaan ke beberapa jurnal apabila bertentangan dengan kebijakan yang berlaku.
  • Pelanggaran kepengarangan: pencantuman penulis yang tidak memenuhi kriteria, penghilangan penulis yang berhak, atau praktik guest, gift, dan ghost authorship.
  • Manipulasi sitasi: praktik kutipan yang tidak wajar atau tidak relevan untuk meningkatkan sitasi secara artifisial, termasuk tekanan sitasi yang tidak dapat dibenarkan secara ilmiah.
  • Manipulasi gambar atau materi visual: pengubahan gambar atau visual secara menyesatkan, penggandaan gambar yang tidak diungkapkan, atau penyajian materi visual yang tidak merepresentasikan data asli.
  • Pelanggaran etika penelitian: penelitian yang melibatkan manusia, hewan, komunitas, atau data sensitif tanpa persetujuan, izin, perlindungan, atau prosedur etis yang diwajibkan.
  • Pelanggaran terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal: pengabaian persetujuan yang diperlukan, hak komunitas, kerahasiaan, kepemilikan pengetahuan, atau norma budaya dalam penelitian yang relevan.
  • Kegagalan pengungkapan: tidak mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan, sumber pendanaan, penggunaan materi yang memerlukan izin, atau informasi lain yang secara material dapat memengaruhi penilaian terhadap penelitian.
  • Pelanggaran proses editorial: manipulasi peer review, penggunaan identitas reviewer palsu, pemalsuan rekomendasi, atau penyalahgunaan informasi rahasia yang diperoleh selama proses editorial.

Kesalahan yang tidak disengaja, perbedaan pendapat akademik, atau ketidaksesuaian teknis tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Setiap kasus dinilai berdasarkan sifat, bukti, konteks, dampak, dan tingkat keseriusannya.

2
Sumber dan Penyampaian Dugaan Pelanggaran

Dugaan pelanggaran dapat dilaporkan oleh siapa pun yang memiliki alasan yang masuk akal dan informasi relevan, termasuk:

  • Reviewer atau editor yang menemukan indikasi masalah selama proses penelaahan.
  • Penulis, pembaca, peneliti lain, atau anggota masyarakat akademik.
  • Institusi afiliasi, lembaga pendanaan, atau badan profesional yang relevan.
  • Jurnal atau penerbit lain yang memiliki bukti terkait publikasi duplikat atau pelanggaran lintas jurnal.

Laporan sebaiknya memuat identitas atau referensi manuskrip maupun artikel, uraian masalah secara spesifik, serta bukti pendukung seperti sumber pembanding, dokumen, data, atau tautan yang relevan. Laporan anonim dapat dipertimbangkan apabila informasi dan bukti yang disampaikan cukup untuk dilakukan penilaian awal. Laporan yang tidak disertai informasi yang dapat diverifikasi dapat memerlukan klarifikasi tambahan.

Laporan disampaikan secara rahasia kepada Editor-in-Chief melalui kanal kontak resmi Jurnal Paris Langkis yang tercantum pada halaman kontak jurnal.

3
Penerimaan Laporan dan Penilaian Awal

Editor atau pihak editorial yang ditunjuk melakukan penilaian awal untuk menentukan apakah laporan memuat dugaan yang spesifik, relevan, dan memiliki dasar bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti. Penilaian awal dapat mencakup pemeriksaan kemiripan teks, perbandingan publikasi, penelaahan gambar atau data, serta pemeriksaan dokumen dan korespondensi yang relevan.

  • Laporan dan bukti yang diterima dicatat secara internal.
  • Pelapor dapat diminta memberikan informasi atau bukti tambahan jika diperlukan.
  • Laporan yang tidak memiliki dasar yang cukup dapat ditutup dengan alasan yang terdokumentasi.
  • Jika terdapat dasar yang memadai, editor melanjutkan pemeriksaan dan menghubungi pihak terkait sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan editorial bertujuan menilai implikasi masalah terhadap naskah atau rekam publikasi. Jurnal tidak menggantikan kewenangan institusi dalam melakukan penyelidikan formal terhadap perilaku peneliti atau menjatuhkan sanksi kepegawaian.

4
Prosedur Pemeriksaan dan Investigasi

Apabila terdapat dasar yang memadai untuk menindaklanjuti laporan, Jurnal Paris Langkis akan melakukan pemeriksaan yang proporsional dengan sifat dan tingkat keseriusan dugaan. Prosedur dapat mencakup langkah-langkah berikut:

  1. Mengumpulkan, mengamankan, dan mendokumentasikan bukti yang relevan.
  2. Memberitahukan kepada penulis atau pihak yang terkait mengenai substansi dugaan serta memberikan kesempatan yang wajar untuk menyampaikan klarifikasi dan bukti pendukung.
  3. Memeriksa tanggapan, dokumen, data, sumber pembanding, dan informasi lain yang relevan secara objektif.
  4. Meminta penilaian dari editor independen, pakar bidang terkait, atau penasihat etika apabila diperlukan.
  5. Menghubungi institusi afiliasi, lembaga pendanaan, atau otoritas yang berwenang apabila diperlukan, khususnya jika dugaan memerlukan penyelidikan formal di luar kewenangan jurnal.
  6. Mendokumentasikan hasil penilaian dan menetapkan tindakan editorial yang proporsional berdasarkan bukti yang tersedia.

Penulis yang dituduh melakukan pelanggaran harus memperoleh kesempatan yang adil untuk menanggapi dugaan tersebut. Tidak adanya tanggapan tidak secara otomatis membuktikan pelanggaran, tetapi editor dapat melanjutkan penilaian berdasarkan bukti yang tersedia dan, jika sesuai, meminta bantuan institusi terkait.

5
Kerahasiaan, Ketidakberpihakan, dan Konflik Kepentingan

Penanganan dugaan pelanggaran dilakukan dengan menjaga kerahasiaan informasi dan melindungi integritas proses pemeriksaan. Informasi hanya dibagikan kepada pihak yang memerlukannya untuk menangani kasus, sesuai dengan ketentuan hukum dan kewajiban yang berlaku.

  • Editor, reviewer, dan penasihat yang terlibat harus mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan.
  • Pihak yang memiliki konflik kepentingan tidak boleh mengambil keputusan dalam kasus tersebut; penanganan dialihkan kepada editor atau pihak independen yang sesuai.
  • Identitas pelapor yang meminta kerahasiaan akan dilindungi sejauh memungkinkan, dengan memperhatikan kebutuhan pemeriksaan dan ketentuan hukum.
  • Informasi tentang dugaan yang belum terbukti tidak boleh dipublikasikan secara tidak semestinya.
6
Keputusan dan Tindakan Editorial

Setelah menilai bukti, klarifikasi, dan informasi lain yang relevan, editor menetapkan hasil penanganan secara tertulis. Tindakan ditentukan berdasarkan tingkat keseriusan pelanggaran, dampaknya terhadap keandalan penelitian dan rekam publikasi, serta kebijakan jurnal yang berlaku.

Tindakan yang Dapat Dipertimbangkan
Koreksi naskah: meminta perbaikan atau klarifikasi sebelum publikasi apabila masalah dapat diperbaiki tanpa menghilangkan keandalan utama penelitian.
Penolakan manuskrip: menolak naskah apabila pelanggaran terbukti atau naskah tidak memenuhi standar etika dan ilmiah jurnal.
Correction atau Corrigendum: menerbitkan koreksi apabila terdapat kesalahan yang memengaruhi bagian tertentu dari artikel, tetapi keseluruhan temuan dan kesimpulan masih dapat diandalkan.
Expression of Concern: menerbitkan pernyataan keprihatinan apabila terdapat masalah serius yang sedang diperiksa dan bukti atau hasil investigasi belum memungkinkan keputusan akhir.
Retraction: menarik artikel yang telah diterbitkan apabila terdapat bukti yang memadai bahwa hasil atau kesimpulannya tidak dapat diandalkan, terjadi plagiarisme atau publikasi redundan yang serius, atau terdapat pelanggaran lain yang memenuhi dasar pencabutan.
Pemberitahuan kepada institusi: menyampaikan bukti dan informasi yang relevan kepada institusi afiliasi, lembaga pendanaan, atau otoritas terkait apabila diperlukan untuk penyelidikan formal.
Pembatasan editorial: dalam kasus yang serius dan berdasarkan bukti yang terdokumentasi, jurnal dapat mempertimbangkan pembatasan terhadap pengajuan berikutnya sesuai kebijakan tertulis yang berlaku, dengan proses yang adil dan proporsional.

Retraction bertujuan memperbaiki rekam ilmiah, bukan semata-mata menghukum penulis. Pencabutan artikel tidak dilakukan secara otomatis hanya karena suatu tuduhan diajukan. Blacklisting permanen atau publikasi tuduhan yang belum terbukti tidak menjadi tindakan otomatis dalam kebijakan ini.

7
Penanganan Artikel yang Telah Diterbitkan

Apabila dugaan menyangkut artikel yang telah diterbitkan, editor menilai apakah masalah tersebut memengaruhi keandalan data, hasil, kesimpulan, atribusi, atau integritas publikasi. Tindakan yang diambil harus sebanding dengan masalah yang ditemukan.

  • Koreksi diterbitkan apabila masalah terbatas dan artikel secara keseluruhan tetap dapat diandalkan.
  • Expression of Concern dapat diterbitkan apabila terdapat kekhawatiran serius yang belum dapat diselesaikan secara tuntas.
  • Retraction dipertimbangkan apabila bukti menunjukkan bahwa artikel tidak dapat diandalkan atau memenuhi kriteria pencabutan lainnya.
  • Pemberitahuan koreksi atau pencabutan harus jelas, dapat diakses, dan ditautkan ke artikel terkait sejauh memungkinkan.

Apabila hasil pemeriksaan tidak konklusif, editor dapat meminta informasi tambahan dari institusi terkait. Jika diperlukan untuk melindungi pembaca dan rekam publikasi, jurnal dapat menerbitkan Expression of Concern sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

8
Kerja Sama dengan Institusi dan Lembaga Terkait

Jurnal Paris Langkis dapat berkoordinasi dengan institusi afiliasi penulis, lembaga pendanaan, jurnal lain, atau badan yang berwenang apabila kasus memerlukan penyelidikan formal atau melibatkan beberapa pihak. Institusi pada umumnya bertanggung jawab menyelidiki perilaku peneliti dan menetapkan tindakan institusional, sedangkan jurnal bertanggung jawab menentukan langkah editorial yang diperlukan untuk menjaga keandalan rekam publikasi. Jurnal akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan institusi bersama bukti lain yang relevan.

9
Dokumentasi, Komunikasi, dan Penutupan Kasus

Jurnal menyimpan catatan internal yang relevan mengenai laporan, bukti, korespondensi, tanggapan pihak terkait, keputusan, dan tindakan yang diambil, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan ketentuan yang berlaku. Pihak-pihak yang relevan akan diberi tahu mengenai hasil penanganan sejauh memungkinkan. Jika tidak ditemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan, kasus dapat ditutup dan pihak terkait diberi tahu bahwa tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil berdasarkan bukti yang tersedia. Informasi kasus tidak akan dipublikasikan secara tidak semestinya.

10
Pedoman dan Rujukan Etika Publikasi

Kebijakan ini mengacu pada prinsip integritas publikasi ilmiah dan pedoman yang relevan dari Committee on Publication Ethics (COPE). Dalam menangani kasus, jurnal dapat menggunakan panduan COPE yang sesuai dengan jenis dugaan, termasuk alur penanganan dugaan pelanggaran dan pedoman pencabutan artikel.

Committee on Publication Ethics (COPE): https://publicationethics.org/
COPE Retraction Guidelines: https://doi.org/10.24318/cope.2019.1.4
COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing: https://doi.org/10.24318/cope.2019.1.12
COPE Guidance on Cooperation between Research Institutions and Journals: https://doi.org/10.24318/cope.2018.1.3

Jurnal Paris Langkis berkomitmen melindungi integritas penelitian, menjunjung proses pemeriksaan yang adil, dan menjaga keandalan rekam publikasi ilmiah.