EDITORIAL POLICIES
SUBMISSION
ADDITIONAL INFORMATION
Jurnal Paris Langkis menetapkan kebijakan penggunaan kecerdasan artifisial generatif (Generative Artificial Intelligence atau Generative AI) untuk menjaga integritas akademik, transparansi, akuntabilitas, dan mutu publikasi ilmiah. Kebijakan ini berlaku bagi penulis, editor, dan reviewer dalam proses penyusunan, penelaahan, penyuntingan, dan penerbitan artikel ilmiah.
Kebijakan ini disusun dengan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah, khususnya ketentuan C.3 mengenai Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Artifisial, serta prinsip etika publikasi ilmiah.
KETENTUAN UTAMA PENGGUNAAN AI
1. Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI dalam penyusunan manuskrip secara jujur dan transparan.
2. AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis dan tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual serta tanggung jawab penulis manusia.
3. Reviewer dilarang menggunakan AI dalam proses penelaahan naskah sesuai dengan ketentuan juknis akreditasi jurnal ilmiah.
4. Penggunaan AI oleh penulis atau editor tidak menghilangkan tanggung jawab atas keakuratan, integritas, kerahasiaan, dan keputusan ilmiah yang dihasilkan.
Jurnal Paris Langkis mengakui bahwa teknologi AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan akademik. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak boleh menyesatkan pembaca, merusak keaslian karya, atau menggantikan pertimbangan ilmiah manusia.
Setiap penggunaan AI harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
Penulis dapat menggunakan AI sebagai alat bantu dalam batas yang wajar, tetapi penggunaan tersebut tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual penulis dalam merumuskan masalah, mengembangkan argumentasi, menganalisis bukti, menafsirkan temuan, dan menyusun kesimpulan penelitian.
2.1. Penggunaan AI yang Diperbolehkan
Dengan tetap memperhatikan ketentuan pengungkapan dan verifikasi, AI dapat digunakan untuk:
2.2. Penggunaan AI yang Dibatasi atau Dilarang
Penulis tidak diperkenankan menggunakan AI untuk:
Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI yang berkontribusi pada penyusunan atau pengembangan substansi manuskrip. Pengungkapan harus disampaikan secara jujur, spesifik, dan dapat dipahami oleh editor serta pembaca.
Pengungkapan setidaknya memuat:
Pernyataan penggunaan AI dicantumkan pada bagian Metode, Ucapan Terima Kasih, atau bagian khusus mengenai penggunaan AI, sesuai dengan jenis penggunaannya. Jika AI digunakan dalam pengolahan atau analisis data, penulis harus menjelaskan peran AI secara memadai pada bagian Metode agar proses penelitian dapat dinilai secara kritis.
Contoh Pernyataan Penggunaan AI
“Penulis menggunakan [nama alat AI] untuk membantu [jelaskan tujuan penggunaan] dalam proses penyusunan manuskrip ini. Keluaran AI telah diperiksa dan dievaluasi oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh atas keakuratan informasi, interpretasi, argumentasi, dan isi akhir artikel.”
Pernyataan tersebut harus disesuaikan dengan penggunaan AI yang sebenarnya dan tidak boleh digunakan untuk menyatakan proses verifikasi yang tidak dilakukan.
AI generatif, chatbot, dan model bahasa besar tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau rekan penulis artikel pada Jurnal Paris Langkis. Kepenulisan hanya diberikan kepada manusia yang memenuhi persyaratan kontribusi ilmiah dan bersedia mempertanggungjawabkan karyanya.
AI juga tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual penulis dalam perancangan penelitian, analisis, interpretasi hasil, penyusunan argumentasi, dan penarikan kesimpulan. Penulis manusia tetap bertanggung jawab atas seluruh bagian manuskrip, termasuk materi yang dihasilkan atau dibantu oleh AI.
LARANGAN PENGGUNAAN AI DALAM PROSES PEER REVIEW
Reviewer Jurnal Paris Langkis dilarang menggunakan AI generatif untuk melaksanakan atau menggantikan proses penelaahan manuskrip. Larangan ini mencakup mengunggah manuskrip yang belum dipublikasikan ke layanan AI untuk menghasilkan evaluasi, komentar, rekomendasi, atau keputusan penelaahan.
Reviewer wajib melakukan penilaian secara mandiri berdasarkan kompetensi keilmuan, bukti yang tersedia, dan prinsip objektivitas. Reviewer bertanggung jawab atas seluruh komentar serta rekomendasi yang disampaikan kepada editor dan wajib menjaga kerahasiaan manuskrip selama proses penelaahan.
Editor dan tim editorial bertanggung jawab menjaga mutu, integritas, kerahasiaan, dan keadilan proses penerbitan. Apabila AI digunakan untuk mendukung pekerjaan editorial yang diizinkan, penggunaannya tidak menghilangkan tanggung jawab editor terhadap hasil pekerjaan maupun keputusan yang diambil.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa seluruh informasi yang digunakan dalam manuskrip benar, relevan, dan dapat diverifikasi. Keluaran AI tidak dapat diperlakukan sebagai bukti ilmiah yang sah tanpa pemeriksaan terhadap sumber atau data yang mendasarinya.
Penggunaan AI harus memperhatikan kerahasiaan manuskrip, perlindungan data pribadi, hak cipta, persetujuan etik, dan hak partisipan penelitian. Penulis dan editor tidak boleh memasukkan data sensitif, identitas informan, transkrip wawancara rahasia, atau dokumen yang dilindungi ke layanan AI tanpa kewenangan dan perlindungan yang memadai.
Ketentuan ini berlaku pula terhadap naskah yang belum dipublikasikan, laporan penelaahan, korespondensi editorial, dan dokumen lain yang diperoleh melalui proses penerbitan. Seluruh pihak wajib menjaga kerahasiaan informasi sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.
Editor berhak meminta klarifikasi mengenai penggunaan AI, deklarasi penggunaan, sumber data, referensi, atau proses penyusunan manuskrip apabila terdapat alasan yang memadai untuk melakukan pemeriksaan.
Dugaan pelanggaran akan ditangani berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi, konteks kasus, dan prosedur etika publikasi jurnal. Tindakan yang dapat diambil meliputi:
Hasil perangkat pendeteksi AI tidak boleh menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran. Penilaian harus mempertimbangkan bukti, penjelasan pihak terkait, dan prosedur editorial yang adil.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Paris Langkis, penulis menyatakan bahwa penggunaan AI telah dilaporkan sesuai dengan kebijakan ini, apabila pengungkapan diwajibkan. Penulis juga menyatakan bahwa seluruh data, sumber, kutipan, analisis, dan isi manuskrip telah diperiksa serta dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis tetap bertanggung jawab atas keaslian karya, ketepatan referensi, keabsahan data, kepatuhan terhadap etika penelitian, dan seluruh konsekuensi akademik dari isi artikel. Penggunaan AI tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan atau pelanggaran yang terjadi.
Jurnal Paris Langkis dapat meninjau dan memperbarui kebijakan ini sesuai dengan perkembangan teknologi, ketentuan akreditasi jurnal ilmiah, dan pedoman etika publikasi. Setiap perubahan akan diinformasikan melalui laman resmi jurnal.
Dasar Kebijakan
Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah, khususnya bagian C.3 tentang Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Artifisial.
Redaksi Jurnal Paris Langkis
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia.
Email: parislangkis@gmail.com
Publisher: Prodi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya
Alamat: Kampus UPR Tunjung Nyaho, Jl. Hendrik Timang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (73111A)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .