Dialektika Visual dalam Deformasi Ornamen Batik Pesisiran sebagai Manifestasi Moderasi Beragama

Penulis

  • Ony Setyawan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Andi Irawan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24748

Kata Kunci:

batik, ornamen, moderasi beragama

Abstrak

Pengembangan desain batik mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Daya kreatif para pengrajin batik semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Di sisi lain fenomena ini menjadi dua sisi yang saling berseberangan. Desakralisasi karya batik semakin menguat pada beberapa karya inovasi terbaru, sehingga batik dinilai kurang relevan lagi untuk menarasikan nilai-nilai moderasi beragama.  Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan kontribusi bidang seni rupa sebagai salah satu media penyampai nilai-nilai moderasi beragama yang diwujudkan melalui kreasi ornamen batik. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif. Tahapan analisis data berupa memilah, menginterpretasi, dan menentukan relasi antar kategori data. Sampel penelitian berasal dari batik Rifa’iyah, batik Madura, batik Tulungagung, dan Batik Tuban. Hasil penelitian menunjukan bahwa Moderasi beragama pada batik pesisiran termanifestasikan dalam beberapa wujud. Pertama, berkaitan dengan ornamentasi-simbolik yang terjadi melalui akultutasi dan asimilasi budaya berupa deformasi bentuk motif. Kedua, berkaitan dengan pemaknaan yang mampu merepresentasikan unsur kesatuan bangsa. Ketiga, berkaitan dengan kemampuan para pengrajin dalam meramu strategi estetik ornamentasi dalam mengakomodasi berbagai pengaruh budaya. Keempat, berkaitan dengan eksistensi pengrajin batik dalam mempertahankan corak perbatikan kedaerahannya. Keempat komponen ini bergantung kepada komitmen dari masyarakat pendukungnya. Hasil pembahasan ini diharapkan mampu memberikan perspektif antara seni dan upaya moderasi beragama melalui karya batik tradisi

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.37304/parislangkis.v6i2.24748 DOI URL: https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24748
Lihat: 25 | ##article.downloads##: 15

Referensi

Ahimsa-Putra, H. S. (2025). Strukturalisme Lévi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press.

Amri, K. (2021). Moderasi beragama perspektif agama-agama di Indonesia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2), 179–196.

Anshori, Y. & Kusrianto, A. (2011). Keeksotisan Batik Jawa Timur, Memahami Motif dan Keunikannya. Jakarta: Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.

Cassirer, E. (1944). Manusia dan Kebudayaan: Sebuah Esei tentang Manusia (Terj. Alois A. Nugroho). Jakarta: Gramedia.

Dasriansya, A. N. (2024). Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan Humaniora, 8(1), 40–51.

Dharsono. (2007). Budaya Nusantara (Kajian Konsep Mandala dan Konsep Tri-loka/Buana terhadap Pohon Hayat pada Batik Klasik). Bandung: Rekayasa Sains.

Endraswara, S. (2018). Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Cakrawala.

Fadlia, A., Alkatiri, Z., & Sunarti, L. (2020). Traces of Batik Rifa’iyah and the Women. KnE Social Sciences, 228–237.

Haryono, T. (2017). Sumbangan Budaya Islam dalam Pelestarian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Tradisional di Jawa. Jurnal Kajian Seni, 4(1), 1–11.

Irawan, A., & Setyawan, O. (2025). Reminisensi Keberadaan Estetika Visual dan Spiritualitas pada Batik Seragam. International Conference on Art, Design, Education and Cultural Studies (ICADECS), 7(1).

Januariani. (2022). Membingkai Batik Tulungagung. Yogyakarta: Diandra.

Kementerian Agama R.I. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Kudiya, K. (2019). Kreativitas Dalam Desain Batik. Bandung: ITB Press.

Maziyah, S., Mahirta, M., & Atmosudiro, S. (2016). Makna Simbolis Batik Pada Masyarakat Jawa Kuna. Paramita: Historical Studies Journal, 26(1), 23–32.

Parmono, K. (1995). Simbolisme Batik Tradisional. Jurnal Filsafat, 1(1), 28–35.

Parwanto, W. (2023). Simbolisasi Moderasi Beragama: Kajian atas Simbol dan Kebijakan Pakaian Batik Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Journal of Religious Policy, 2, 175–208.

Prawirohardjo, O. S. (2011). Pola Batik Klasik: Pesan Tersembunyi yang Dilupakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Setyawan, O. (2018). Konsep Tri-loka dan Keberadaan Pohon Hayat pada Batik Motif Lengko Kambretan Tulungagung. Seminar Antar Bangsa: Seni Budaya Dan Desain—STANSA.

Setyawan, O., & Irawan, A. (2025a). A. 08-Melacak Keberadaan Kosmologi Jawa dalam Kreasi Batik Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, 7(1), 8.

Setyawan, O., & Irawan, A. (2025b). Batik Jawa Timur: Perpaduan Tradisi dan Ungkapan Ikonik. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 17(1), 30–46.

Setyawan, O., & Irawan, A. (2026). Pelatihan canting cap kertas sebagai ruang pembelajaran ornamentasi batik: Studi kreativitas peserta di BBSPJIKB. Canting: Jurnal Batik Indonesia, 3(1), 51–60.

Young, J. O. (2007). Cultural Appropriation and the Arts. USA-Blackwell.

Unduhan

Diterbitkan

11-04-2026

Cara Mengutip

Setyawan, O., & Irawan, A. (2026). Dialektika Visual dalam Deformasi Ornamen Batik Pesisiran sebagai Manifestasi Moderasi Beragama. Jurnal Paris Langkis, 6(2), 436–451. https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24748

Terbitan

Bagian

Articles