Pengaruh Teknik Positive Self-Talk terhadap Kebermaknaan Hidup Anak Terlantar di UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma
DOI:
https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i2.25424Kata Kunci:
positive self-talk, kebermaknaan hidup, anak terlantarAbstrak
Anak terlantar merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami penurunan kebermaknaan hidup akibat pengalaman penelantaran, kehilangan, keterbatasan dukungan emosional, serta tekanan sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik positive self-talk terhadap kebermaknaan hidup anak terlantar di UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah enam anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil penyaringan awal (screening) dengan kategori kebermaknaan hidup rendah hingga sedang. Data dikumpulkan menggunakan skala kebermaknaan hidup dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami peningkatan skor kebermaknaan hidup setelah diberikan intervensi, dengan nilai mean rank sebesar 3,50 dan sum of ranks sebesar 21,00. Nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 (< 0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik positive self-talk berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebermaknaan hidup anak terlantar. Dengan demikian, teknik positive self-talk dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi intervensi kognitif sederhana untuk membantu anak-anak dengan latar belakang kehidupan yang penuh tekanan emosional dan sosial dalam membangun pandangan diri yang lebih positif, rasa berharga, serta orientasi hidup yang lebih bermakna.
Unduhan
Referensi
Afifah, F. (2022). Hubungan kebermaknaan hidup dan konsep diri dengan subjective well-being pada mahasiswa Psikologi UIN Walisongo Semarang [Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang]. UIN Walisongo Repository. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/16652/
Aprilia, A. A. T., Wibawa, A., & Suharti, B. (2024). Komunikasi intrapersonal (self-talk) dalam meningkatkan kesadaran dampak buruk self-harm pada remaja broken home. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 13(1), 29–43. https://doi.org/10.35508/jikom.v13i1.9284
Arnett, J. J. (1999). Adolescent storm and stress, reconsidered. American Psychologist, 54(5), 317–326. https://doi.org/10.1037/0003-066X.54.5.317
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. (2020). Jumlah anak terlantar (0–21 tahun). https://kaltim.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzQ2IzI%3D/jumlah-anak-terlantar-0-21-tahun-.html
Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and quasi-experimental designs for research. Rand McNally.
Capili, B. (2024). An introduction to the quasi-experimental design. American Journal of Nursing, 124(12), 62–63. https://doi.org/10.1097/01.NAJ.0001083156.01778.e0
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About child abuse and neglect. https://www.cdc.gov/child-abuse-neglect/about/index.html
Child Welfare Information Gateway. (2023). Definitions of child abuse and neglect. U.S. Department of Health and Human Services, Administration for Children and Families, Children’s Bureau.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Ellis, A., & Dryden, W. (2007). The practice of rational emotive behavior therapy (2nd ed.). Springer Publishing Company.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Frankl, V. E. (2006). Man’s search for meaning. Beacon Press.
Fuaida, C. A. S. (2022). Pengaruh self-talk terhadap peningkatan harga diri pada remaja Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah di Kecamatan Gombong [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Gombong]. Universitas Muhammadiyah Gombong Repository. https://repository.unimugo.ac.id/2444/
Martela, F., & Steger, M. F. (2016). The three meanings of meaning in life: Distinguishing coherence, purpose, and significance. The Journal of Positive Psychology, 11(5), 531–545. https://doi.org/10.1080/17439760.2015.1137623
Mulawarman, M., Antika, E. R., Hariyadi, S., Ilmi, A. M., Prabawa, A. F., Pautina, A. R., Chairunnisa, D., Benu, K. M., Nadhita, G., Lathifah, A. A., & Yuliana, V. (2024). Positive self-talk in adolescent: A systematic literature review. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(3). https://doi.org/10.51214/002024061034000
Norman, R. E., Byambaa, M., De, R., Butchart, A., Scott, J., & Vos, T. (2012). The long-term health consequences of child physical abuse, emotional abuse, and neglect: A systematic review and meta-analysis. PLOS Medicine, 9(11), Article e1001349. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001349
Racy, F., & Morin, A. (2024). Relationships between self-talk, inner speech, mind wandering, mindfulness, self-concept clarity, and self-regulation in university students. Behavioral Sciences, 14(1), Article 55. https://doi.org/10.3390/bs14010055
Republik Indonesia. (1979). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. https://peraturan.bpk.go.id/Details/47148/uu-no-4-tahun-1979
Rohmah, P. Z., Hidayati, D. L., Aisha, M. N., & Purwandari, E. (2022). Positive self-talk intervention to decrease stress in parents of children with special needs. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 22(2), 181–200. https://doi.org/10.21580/dms.2022.222.13270
Ross, D. A., Hinton, R., Melles-Brewer, M., Engel, D., Zeck, W., Fagan, L., Herat, J., Phaladi, G., Imbago-Jácome, D., Anyona, P., Sanchez, A., Damji, N., Terki, F., Baltag, V., Patton, G., Silverman, A., Fogstad, H., Banerjee, A., & Mohan, A. (2020). Adolescent well-being: A definition and conceptual framework. Journal of Adolescent Health, 67(4), 472–476. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.06.042
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Steger, M. F., Frazier, P., Oishi, S., & Kaler, M. (2006). The Meaning in Life Questionnaire: Assessing the presence of and search for meaning in life. Journal of Counseling Psychology, 53(1), 80–93. https://doi.org/10.1037/0022-0167.53.1.80
World Health Organization. (2026, May 8). Child maltreatment. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/child-maltreatment
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nuril Hidayanti S

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




